
Kevin Durant menilai Los Angeles Lakers sudah sejak awal memilih cara paling agresif untuk menahannya dengan mengirim dua pemain sekaligus kepadanya. Strategi itu langsung terlihat pada sentuhan ofensif pertamanya di kuarter pertama, ketika Lakers menutup ruang gerak Durant dan memaksanya berhadapan dengan tekanan berlapis.
Situasi tersebut membuat Durant kesulitan masuk ke pola serangan Rockets. Houston akhirnya menelan kekalahan 101-94 pada laga kedua dan tertinggal 2-0 dalam seri putaran pertama Wilayah Barat, sementara Durant hanya mencatat 12 tembakan dan membuang bola sembilan kali, angka turnover tertingginya musim ini.
Lakers memilih memutus ritme Durant sejak awal
Pada penguasaan bola pertamanya sekitar 65 detik setelah laga dimulai, Lakers sudah menyiapkan dua penjaga untuk mengawal Durant. Mereka ingin memaksanya menembak dalam tekanan atau melepaskan bola lebih cepat ke rekan setimnya.
Durant mengakui skema itu memang menyulitkan. Ia menyebut Lakers percaya diri dengan pendekatan tersebut karena bisa memutus aliran serangan Houston sebelum berkembang.
“Ketika dua, tiga orang ada di saya dan saya menembak, kami bisa mendapatkan offensive rebound,” kata Durant. Ia menambahkan bahwa dirinya harus lebih agresif dan tetap mencari peluang mencetak angka, tidak peduli dari mana bantuan pertahanan datang.
Performa Durant tetap tinggi di babak pertama, lalu menurun
Meski mendapat penjagaan ketat, Durant tetap menutup paruh pertama dengan 20 poin. Namun, kontribusinya merosot tajam setelah turun minum karena ia hanya menambah tiga poin pada kuarter ketiga dan keempat.
Masalahnya tidak berhenti di akurasi tembakan. Durant hanya melepaskan lima tembakan pada babak kedua, jauh di bawah rerata musimnya, dan banyak kesulitan saat Lakers mulai mengirim bantuan pertahanan lebih cepat di area perimeter.
“Sulit untuk masuk ke aksi permainan kami,” ujar Durant. “Biasanya tim bermain pick-and-roll atau mungkin trapping, tapi mereka melakukan switch lalu langsung mengirim pemain ke saya di garis tengah atau di garis tiga angka, di mana pun saya berada, untuk melakukan double.”
Turnover jadi masalah besar bagi Houston
Dari sembilan turnover Durant, lima terjadi saat Lakers mengerahkan setidaknya dua pemain untuk menutup ruang geraknya. Empat turnover lain terjadi pada kuarter keempat ketika Houston berusaha mengejar ketertinggalan.
Durant juga menilai timnya perlu lebih baik dalam mendukung upaya ofensifnya. Houston mencetak kurang dari 100 poin di dua laga pertama, dengan persentase tembakan 39 persen serta 29 persen dari tripoin, sehingga tekanan terhadap Durant makin besar karena tim tidak cukup efektif menghukum pertahanan lawan.
“Kami memang belum memasukkan bola dengan baik,” kata Durant. “Kami banyak gagal dari jarak dekat. Itu yang paling membedakan dalam pertandingan ini. Mereka memasukkan tembakan.”
Rockets perlu membuat Lakers membayar skema itu
Durant menegaskan bahwa Lakers sudah memahami cara terbaik menjaga peluang mereka tetap hidup, yakni dengan terus memainkan pertahanan semacam ini. Karena itu, Houston harus menemukan jawaban yang lebih efisien agar lawan tidak bisa mempertahankan pola yang sama tanpa konsekuensi.
Dalam tiga pertemuan musim ini, Lakers menang dua kali di Houston, sementara Durant mencatat rata-rata 20,3 poin per laga dengan akurasi 56,1 persen. Rekam jejak itu menunjukkan Lakers tetap harus berhati-hati, tetapi untuk saat ini mereka tampak nyaman menggandakan penjagaan terhadap salah satu pencetak angka paling berbahaya di liga.
Menjelang Game 3 pada Jumat pukul 8 p.m. ET di Prime Video, Durant mengatakan dirinya perlu melepaskan lebih banyak tembakan dan memperbaiki keputusan saat bola dipaksa keluar dari tangannya. Jika Houston mampu meningkatkan akurasi dan memberi ancaman yang lebih konsisten dari pemain lain, Lakers bisa dipaksa mengubah pendekatan mereka terhadap Durant.
Source: www.nba.com








