
Ketegangan di Laut Oman kembali naik setelah militer Iran mengklaim melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang Amerika Serikat. Teheran menyebut aksi itu membuat kapal-kapal perang Washington mundur dari area perairan tersebut.
Pernyataan militer Iran menempatkan insiden ini sebagai bagian dari operasi yang lebih luas di tengah tuduhan lama terhadap AS. Iran menuding kapal-kapal perang AS mengganggu perdagangan dan keamanan maritim di kawasan itu.
Kantor humas militer Iran menyebut tembakan peringatan dilancarkan pada Jumat (5/6) waktu setempat dengan kombinasi rudal dan drone. Targetnya disebut sejumlah kapal perusak militer AS yang berada di Laut Oman.
Iran juga merinci jenis senjata yang dipakai dalam operasi itu. Menurut militer Iran, pasukannya menggunakan rudal Qadir dan drone tempur Shahed Danesh terhadap kapal perusak AS berkode lambung DDG-103 dan DDG-87, yang merujuk pada USS Truxtun dan USS Mason.
Militer Teheran mengklaim kapal-kapal perang AS itu kemudian meninggalkan Laut Oman dan bergerak ke Samudra Hindia. Iran mengatakan kapal-kapal tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan kendali untuk aktivitas AS yang dianggap bermusuhan terhadap pelayaran komersial Iran.
Pusat komando yang mengawasi operasi Angkatan Laut Iran meminta AS menghentikan apa yang disebutnya sebagai pencurian maritim dan tindakan bermusuhan di perairan regional. Iran juga memperingatkan bahwa pasukannya dapat menggunakan senjata jarak jauh jika diperlukan, meski kapal-kapal militer AS disebut sudah bergerak melampaui jangkauan rudal yang digunakan dalam operasi peringatan itu.
Situasi ini muncul di tengah konflik AS dan Israel melawan Iran yang sempat terhenti setelah gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu. Gencatan itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump, tetapi belakangan kedua pihak kembali saling serang dan saling menuduh melanggar kesepakatan.
Dalam rangkaian aksi terbaru pada Jumat (5/6) dan Sabtu (6/6) dini hari, AS mengumumkan serangannya ke instalasi radar Iran di Pulau Qeshm setelah menembak jatuh empat drone tempur Teheran yang bergerak ke Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan masih terus berjalan, tetapi belum menghasilkan terobosan konkret untuk mengakhiri konflik secara permanen. Di tengah kebuntuan itu, insiden di Laut Oman menambah tekanan pada hubungan yang sudah panas antara Teheran dan Washington.
Source: news.detik.com








