
Zhu Jiangming kembali menambah kepemilikan di Leapmotor saat harga saham perusahaan itu masih tertekan tajam. Langkah terbaru ini menandai keenam kalinya manajemen meningkatkan saham dalam dua tahun terakhir, sehingga pasar mendapat sinyal bahwa para pengendali masih percaya pada prospek jangka panjang produsen kendaraan listrik itu.
Menurut pengajuan ke Bursa Efek Hong Kong, pendiri sekaligus chairman Leapmotor itu, bersama pihak yang bertindak bersama Fu Liquan, membeli 11.621.900 saham H di pasar terbuka. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata sekitar HK$41,99 per saham dan menghabiskan dana sekitar HK$490 juta atau US$62,5 juta.
Setelah pembelian itu, kelompok pemegang saham terbesar yang mencakup Zhu kini memegang total 24,71% saham Leapmotor. Kepemilikan tersebut terdiri dari sekitar 222,8 juta saham H dan sekitar 128,5 juta saham domestik.
Pembelian saham ini datang ketika tekanan pasar terhadap Leapmotor masih terasa. Saham perusahaan yang diperdagangkan di Hong Kong ditutup pada HK$40,98, turun 29% dari puncak terbaru HK$57,80 pada 17 April.
Manajemen terus menambah saham
Ini menjadi penambahan kepemilikan kedua oleh manajemen Leapmotor pada tahun ini. Sebelumnya, kelompok pemegang saham yang sama menyuntik sekitar HK$230 juta pada April untuk menyerap lebih banyak saham publik perusahaan.
Sejak 2024, total pembelian saham oleh jajaran pimpinan Leapmotor sudah mencapai sekitar HK$1,7 miliar. Aksi berulang ini menunjukkan bahwa manajemen memilih masuk lebih dalam saat valuasi pasar melemah, bukan menjauh dari sahamnya sendiri.
Langkah tersebut juga hadir di tengah upaya Leapmotor menjaga momentum pertumbuhan penjualan yang kuat. Dalam kondisi persaingan kendaraan listrik yang ketat, kepercayaan internal sering dibaca sebagai sinyal penting bagi investor.
Penjualan naik, laba masih tertekan
Secara operasional, Leapmotor mencatat pengiriman 81.569 kendaraan pada Mei. Angka itu menjadi rekor tertinggi untuk bulan kedua berturut-turut, naik 80,99% dibanding setahun sebelumnya dan tumbuh 14,26% dari April.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, Leapmotor telah mengirim 263.111 unit kendaraan. Capaian itu meningkat 51,51% secara tahunan dan memperlihatkan permintaan yang masih kuat di pasar domestik maupun luar negeri.
Namun, pertumbuhan volume belum sepenuhnya menghapus tekanan profitabilitas. Pada kuartal pertama, rugi bersih Leapmotor melebar menjadi 390 juta yuan atau US$57,6 juta, sementara margin kotor turun menjadi 9,4% dari 14,9% pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, pendapatan kuartal pertama justru naik menjadi 10,82 miliar yuan, tumbuh 8,0% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh pengiriman kendaraan yang tetap solid meski komposisi produk memberi tekanan pada margin.
Pasar luar negeri jadi fokus baru
Pasar internasional kini menjadi mesin pertumbuhan yang makin penting bagi Leapmotor. Dari Januari hingga April, penjualan luar negeri perusahaan tercatat 55.126 unit, melonjak 165,39% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Leapmotor juga berencana membawa hatchback listrik Lafa 5 ke 28 pasar luar negeri pada Juni. Ekspansi itu memperlihatkan dorongan perusahaan untuk memperluas jejak globalnya setelah penjualan ekspor terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir.
Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan target yang jauh lebih besar. Leapmotor membidik pengiriman 1 juta kendaraan untuk tahun penuh 2026.
Untuk mendukung rencana itu, Leapmotor juga menyiapkan merek kedua yang berdiri sendiri. Merek baru tersebut akan menyasar segmen yang lebih tinggi dengan harga di atas 300.000 yuan, dan produknya diharapkan mulai meluncur paling cepat pada akhir tahun ini.
Strategi itu akan membawa Leapmotor bergerak dari fokus awal pada model terjangkau ke segmen dengan margin laba yang lebih besar. Bagi investor, kombinasi penambahan saham manajemen, lonjakan pengiriman, dan ekspansi luar negeri membuat arah bisnis Leapmotor tetap layak dicermati meski harga sahamnya sedang melemah.
Source: cnevpost.com








