PERSIB menegaskan bahwa pengelolaan brand yang profesional kini menjadi bagian penting dari keberlanjutan industri olahraga modern. Pesan itu disampaikan dalam acara “Ngopi Pagi Bareng Kantor Wilayah Kanwil Kemenkum Jabar” di PERSIB Store, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, saat momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026.
Dalam forum bertema “Jawara Kekayaan Intelektual, Jawara Olahragana” itu, PERSIB menempatkan perlindungan kekayaan intelektual sebagai isu strategis. Klub menilai identitas, reputasi, dan nilai ekonomi yang melekat pada tim harus dijaga melalui pengelolaan merek yang tertib dan berkelanjutan.
PERSIB diposisikan sebagai brand, bukan hanya tim
Vice President Commercial PT PERSIB Bandung Bermartabat, Budi Ulia, menjelaskan bahwa PERSIB telah bertransformasi menjadi brand dengan nilai ekonomi yang kuat. Ia menekankan bahwa perlindungan kekayaan intelektual membantu klub menjaga identitas yang sudah melekat di mata publik.
Budi menyebut perlindungan itu mencakup banyak elemen, mulai dari logo, jersey, hingga berbagai kampanye yang dijalankan klub. Ia menambahkan, yang dijaga bukan hanya aset visual, tetapi juga kepercayaan Bobotoh terhadap PERSIB.
Pendekatan edukatif untuk produk tidak resmi
Di tengah maraknya produk tidak resmi di pasaran, PERSIB memilih pendekatan yang menekankan edukasi kepada publik. PT PERSIB Bandung Bermartabat mendorong Bobotoh melihat pembelian official merchandise sebagai bentuk dukungan langsung kepada klub.
Budi menegaskan bahwa membeli produk resmi di PERSIB Store bukan sekadar soal kualitas barang. Menurutnya, transaksi itu juga menjadi bagian dari kontribusi Bobotoh dalam menjaga keberlangsungan PERSIB sebagai klub yang kuat secara brand.
Kemenkum Jabar nilai PERSIB layak jadi contoh
Kepala Kanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, mengapresiasi langkah PERSIB yang konsisten mengelola legalitas mereknya. Ia menilai klub dapat menjadi contoh bagi pelaku industri kreatif dan olahraga lain di Jawa Barat dalam melindungi karya dan inovasi.
Asep menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual agar tidak mudah ditiru pihak lain. Ia juga mencontohkan bahwa logo, desain industri, dan jersey PERSIB tidak bisa dijiplak begitu saja karena memiliki nilai yang harus dilindungi.
Nilai ekonomi untuk olahraga dan masyarakat
Kepala Dispora Kota Bandung, Sigit Iskandar, juga menilai kekayaan intelektual punya peran besar dalam dunia olahraga. Ia menyoroti bagaimana produk resmi PERSIB tidak hanya memberi manfaat bagi tim, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi yang lebih luas.
Sigit menyebut dukungan terhadap sport tourism sebagai bagian dari upaya memajukan olahraga. Ia juga menegaskan bahwa olahraga butuh dukungan anggaran, sementara pengelolaan kekayaan intelektual dapat membuka manfaat ekonomi bagi atlet dan masyarakat.
Kolaborasi tetap dibuka dengan jaga jati diri klub
Budi Ulia menutup diskusi dengan penegasan bahwa PERSIB akan terus membuka ruang kolaborasi. Namun, kerja sama itu tetap harus berjalan tanpa menghilangkan jati diri klub yang sudah dibangun dan dijaga selama ini.
Ia menekankan bahwa brand yang kuat lahir dari karya yang dilindungi dan kepercayaan yang dirawat. Dalam konteks itu, PERSIB memandang kekayaan intelektual sebagai fondasi penting untuk menjaga identitas, memperkuat nilai ekonomi, dan memastikan klub tetap relevan di industri olahraga modern.
