Thalita Ramadhani Wiryawan memetik pelajaran penting setelah tampil melawan unggulan ketiga tuan rumah, Ratchanok Intanon, pada babak 16 besar Thailand Open 2026 di Nimibutr Stadium, Bangkok. Meski kalah dalam pertarungan tiga gim, tunggal putri Indonesia itu menilai laga tersebut memberi pengalaman berharga untuk langkah berikutnya.
Thalita harus mengakui keunggulan juara dunia 2013 itu dengan skor 16-21, 21-19, 15-21. Ia tetap mensyukuri duel tersebut karena bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan sempat merebut satu gim dari lawan yang dihadapinya.
Antusias bertemu pemain idola
Thalita mengaku laga itu terasa spesial karena sejak lama ingin bertemu langsung dengan Ratchanok. Ia menyebut dirinya senang dan excited karena akhirnya mendapat kesempatan menghadapi salah satu pemain yang ingin dilawannya.
Dalam pernyataannya kepada PBSI, Thalita juga menegaskan bahwa ia turun dengan semangat tanpa beban. Ia hanya berusaha memberikan permainan terbaik dan mencoba melawan sepanjang pertandingan.
Bekal untuk perbaiki fokus dan ketahanan
Dari duel tersebut, Thalita melihat masih ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan. Ia menilai ketahanan dan fokus menjadi dua hal utama yang harus lebih kuat pada pertandingan berikutnya.
Pemain muda Indonesia itu menyebut hasilnya di Thailand Open cukup memuaskan, tetapi belum sempurna. Ia menegaskan keinginannya untuk tampil lebih baik lagi setelah belajar dari tekanan menghadapi lawan sekelas Ratchanok.
Perjalanan sebelum bertemu Ratchanok
Sebelum langkahnya terhenti di babak 16 besar, Thalita lebih dulu menyingkirkan wakil India, Isharani Baruah. Ia menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 15-21, 21-19, 21-15.
Pada laga itu, Thalita sempat kesulitan menemukan ritme permainan di gim pertama. Namun, ia bangkit dan tampil lebih stabil pada dua gim berikutnya untuk memastikan tiket ke babak berikutnya sebelum akhirnya bertemu Ratchanok.
