
Unggahan yang menyebut Prabowo resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis atau MBG dipastikan tidak didukung informasi valid. Klaim itu beredar dalam foto arsip dari akun Facebook “Murshid 2” dengan narasi yang menyebut ribuan SPPG terancam gulung tikar dan BGN pucat, tetapi penelusuran tidak menemukan pernyataan resmi Prabowo yang membenarkan hal tersebut.
Pengecekan kata kunci “prabowo resmi hapus mbg” di Google juga tidak menghasilkan pemberitaan kredibel yang mendukung klaim itu. Sebaliknya, hasil penelusuran mengarah pada pemberitaan yang justru menunjukkan posisi Prabowo terhadap program MBG.
Salah satu pemberitaan Tempo berjudul “Prabowo Tak Akan Hentikan MBG: Uang Kita Ada” yang tayang pada Senin (23/3/2026). Dalam laporan itu, Prabowo disebut berkukuh tidak akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis.
Pemberitaan Kompas dengan judul “Pengelolaan Masih Kurang, Prabowo Akui 3.000 Dapur MBG Tutup” yang tayang pada Kamis (21/5/2026) memberi konteks berbeda. Laporan itu menyebut Prabowo mengakui pengelolaan MBG masih memiliki banyak kekurangan dan lebih dari 3.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG yang bermasalah sudah ditutup.
Dari dua pemberitaan tersebut, tidak ada dasar yang menguatkan klaim bahwa MBG resmi dihapus. Informasi yang tersedia justru menunjukkan program itu tidak dihentikan, meski ada evaluasi dan penutupan pada satuan pelayanan yang bermasalah.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi valid dari media kredibel maupun pernyataan resmi yang menyatakan Prabowo menghapus MBG. Karena itu, unggahan yang menyebarkan narasi “Prabowo resmi hapus MBG” tergolong konten palsu atau fabricated content.
Source: tribratanews.jabar.polri.go.id








