Portugal menatap laga kontra Nigeria sebagai ujian terakhir sebelum menghadapi Republik Demokratik Kongo di matchday 1 Piala Dunia 2026. Uji coba itu penting karena Portugal datang dengan status unggulan di Grup K, tetapi catatan mereka melawan tim-tim Afrika tidak sepenuhnya meyakinkan.
Selecao das Quinas akan memulai kiprah di Grup K bersama Kolombia, RD Kongo, dan Uzbekistan. Laga perdana mereka mempertemukan Portugal dengan Kongo di Houston Stadium, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Secara kualitas skuad, Portugal tetap difavoritkan mengamankan tiga poin. Namun, RD Kongo bukan lawan yang bisa dipandang ringan karena baru kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun absen.
Riwayat lawan Afrika jadi alarm
Portugal punya rekor yang kurang sip saat menghadapi tim Afrika. Dari 10 pertemuan di seluruh ajang, Portugal mencatat lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Tiga dari lima kemenangan itu hadir di Piala Dunia. Portugal menaklukkan Maroko 3-1 pada Piala Dunia 1986, lalu menang 1-0 atas Angola pada Piala Dunia 2006, dan kembali mengalahkan Maroko 1-0 pada Piala Dunia 2018.
Catatan terakhir mereka di Piala Dunia melawan wakil Afrika justru berakhir pahit. Portugal kalah 0-1 dari Maroko pada perempatfinal 2022.
Nigeria jadi simulasi yang paling dekat
Dengan latar seperti itu, duel melawan Nigeria pada Kamis (11/6) dini hari WIB menjadi tes yang sangat relevan. Laga itu dipandang sebagai simulasi akhir sebelum Portugal berhadapan dengan RD Kongo.
Roberto Martinez juga melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan untuk mengukur kesiapan timnya. “Kami punya kesempatan untuk menghadapi lawan yang mirip-mirip dengan Kongo. Memang mereka tim Afrika yang berbeda. Lawan sulit yang akan mengetes sejauh mana kesiapan skuad ini,” ujar pelatih Portugal itu kepada ESPN.
Portugal tentu ingin membawa modal yang lebih meyakinkan ke laga pembuka Piala Dunia. Nigeria menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji ritme, respons taktik, dan ketahanan saat menghadapi karakter permainan tim Afrika.
Source: sport.detik.com