Jérémy Doku menghadapi dilema yang jarang muncul di tengah turnamen sebesar Piala Dunia. Winger Manchester City itu berpotensi meninggalkan kamp Belgia sebentar karena menantikan kelahiran anak pertama, tepat saat timnya bersiap memulai laga pembuka Grup G melawan Mesir.
Situasi ini bukan soal cedera atau masalah kebugaran. Dari informasi yang tersedia, Belgia justru memandang urusan keluarga itu sebagai hal yang lebih penting daripada jadwal sepak bola, meski pertandingan pertama sudah menunggu di Seattle.
Kamp Belgia menunggu keputusan keluarga
Doku disebut sudah menyampaikan keinginan untuk berada bersama istrinya saat persalinan berlangsung. Karena itu, ada rencana yang memungkinkan dia meninggalkan pemusatan latihan untuk sementara jika situasinya mengharuskan.
Federasi Belgia belum mengumumkan rencana operasional secara rinci. Waktu pasti kemungkinan keluarnya Doku dari kamp juga belum dikonfirmasi, sehingga absennya belum bisa dipastikan.
Lawan pertama sudah menunggu di Seattle
Belgia tergabung bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru di Grup G. Menurut jadwal resmi, laga pertama mereka adalah melawan Mesir pada 15 Juni di Seattle Stadium.
Setelah itu, Belgia akan menghadapi Iran pada 21 Juni di Los Angeles Stadium, lalu Selandia Baru pada 26 Juni di BC Place, Vancouver. Jarak antarpertandingan dan perpindahan di pesisir barat Amerika Utara membuat setiap perubahan rencana pemain seperti Doku menjadi isu yang sensitif bagi Rudi Garcia.
Peran Doku sangat penting bagi Belgia
Doku punya profil yang tidak banyak dimiliki pemain Belgia lain. Dia bisa bermain di kedua sisi sayap, menantang lawan satu lawan satu, membuka ruang, dan menarik perhatian bek lawan.
Dalam laga seperti melawan Mesir, yang diperkirakan akan menutup ruang dengan blok rapat, tipe pemain seperti itu bisa sangat menentukan. Jika Doku harus pergi, Garcia kemungkinan perlu memilih antara solusi yang lebih konservatif dengan Leandro Trossard atau Dodi Lukebakio, atau mengubah susunan dengan beban kreatif lebih besar untuk Kevin De Bruyne, Charles De Ketelaere, dan Youri Tielemans.
Kekhawatiran cedera sudah mereda
Kepastian tambahan datang dari kabar soal Doku yang sempat meninggalkan latihan. Associated Press melaporkan bahwa dia kembali bekerja bersama tim dan mengikuti penuh sesi latihan yang terbuka untuk media.
AP juga menyebut Doku sempat mengalami masalah napas saat latihan tertutup dan mundur ke area dalam di pusat latihan Seattle Sounders sebagai langkah pencegahan. Rekan setimnya, Alexis Saelemaekers, mengatakan reaksi awal saat Doku keluar lapangan bisa dimengerti, tetapi kondisinya tidak serius.
Dengan begitu, keraguan atas penampilan Doku tidak terutama berkaitan dengan kondisi fisik. Satu-satunya faktor nyata yang bisa mengubah rencana adalah urusan pribadi menjelang kelahiran anak pertamanya.
Riwayat Belgia menunjukkan fleksibilitas serupa
Belgia pernah menunjukkan pengertian dalam situasi keluarga yang mirip. Reuters melaporkan pada 2020 bahwa Kevin De Bruyne mendapat izin untuk tetap bersama keluarganya saat istrinya menanti kelahiran anak.
Kisah itu tidak otomatis menentukan situasi Doku. Namun, contoh tersebut memperlihatkan bahwa di lingkungan timnas Belgia, kebutuhan keluarga bisa mendapat prioritas ketika momen penting terjadi bersamaan dengan agenda tim nasional.
Kelahiran anak pertama sudah diumumkan lebih dulu
Doku dan istrinya, Shireen, sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka menantikan anak pertama. Belgiumsoccer.be melaporkan unggahan Instagram mereka pada akhir Maret, yang menyebut pasangan itu menunggu seorang putra.
Laporan yang sama menyebut gender reveal dilakukan di Etihad Stadium, kandang Manchester City. Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Doku dan Shireen menikah beberapa bulan sebelum pengumuman kehamilan.
Tanggung jawab Doku di timnas makin besar
Dalam konteks sepak bola, kabar ini datang saat Doku memasuki fase tanggung jawab yang lebih besar di timnas Belgia. FIFA pada Mei memuat wawancara Doku dan kapten Youri Tielemans yang menggambarkan Belgia sebagai tim dalam masa transisi.
Di situ, Doku dipandang sebagai salah satu pemain yang harus membantu Belgia kembali mendekati level terbaik setelah kekecewaan di Piala Dunia sebelumnya. Itu membuat kemungkinan absennya bukan sekadar masalah di satu posisi, tetapi juga soal pergeseran beban kreativitas dalam tim.
Belgia masih membawa warisan generasi emas yang pernah finis ketiga pada 2018. Kini, dengan Rudi Garcia, mereka mencoba menggabungkan pengalaman pemain lama dengan energi generasi baru seperti Doku, Amadou Onana, dan Charles De Ketelaere.
Garcia perlu menyiapkan dua skenario
Bagi Garcia, kuncinya adalah menjaga situasi tetap tenang. Jika Doku tetap berada di tim saat melawan Mesir, Belgia punya lebar serangan yang natural dan opsi untuk menekan dari sisi sayap.
Jika Doku harus pergi, meski hanya sementara, struktur serangan Belgia perlu berubah. Tanpa kemampuan Doku menarik dua lawan sekaligus, lebih banyak tugas akan jatuh ke De Bruyne, Tielemans, dan pergerakan Trossard di antara lini.
FIFA juga menyebut Garcia membawa banyak pemain berpengalaman ke Piala Dunia, termasuk De Bruyne, Thibaut Courtois, Thomas Meunier, Axel Witsel, dan Romelu Lukaku. Di saat yang sama, Doku tetap menjadi salah satu wajah penting dari generasi baru karena statusnya yang sudah mapan di level tertinggi klub.
Belgium butuh awal yang rapi di grup
Dalam format baru Piala Dunia yang melibatkan 48 tim dan 104 laga, dua tim terbaik dari tiap grup dan delapan peringkat ketiga terbaik lolos ke fase gugur. Format ini memberi sedikit ruang lebih besar untuk bertahan dari hasil buruk, tetapi tetap tidak mengurangi pentingnya start yang baik.
Mesir dengan Mohamed Salah, Iran yang disiplin, dan Selandia Baru yang datang tanpa tekanan besar membuat Grup G tetap berisiko bagi Belgia. Karena itu, absensi satu pemain sayap penting seperti Doku bisa mengubah rencana pertandingan secara signifikan, terutama pada laga pembuka.
Untuk saat ini, Belgia masih menunggu perkembangan. Doku tetap tersedia dari sisi olahraga, masalah napasnya tidak dinilai serius, dan satu-satunya tanda tanya yang tersisa adalah waktu kelahiran anak pertamanya serta keputusan yang menyertainya.
