Bernardo Silva Tunda Teken Kontrak Real Madrid, Alasan Pajak Jadi Penentu Kesepakatan

Author: Qoo Media

Bernardo Silva memilih langkah yang mengejutkan di tengah kesepakatan yang sudah tercapai dengan Real Madrid. Gelandang Portugal itu menunda penandatanganan kontraknya hingga Juli, meski semua tuntutan dirinya dan agennya disebut sudah dipenuhi klub.

Keputusan itu bukan dipicu masalah teknis atau negosiasi ulang. Menurut El Confidencial, alasan utamanya murni soal perpajakan, karena Bernardo Silva ingin meminimalkan waktu tinggalnya di Spanyol.

Kesepakatan sudah ada, tetapi penandatanganan ditunda

Real Madrid disebut berhasil menyalip Barcelona dan Atlético Madrid dalam perburuan Bernardo Silva. Klub ibu kota Spanyol itu kemudian menuntaskan kesepakatan untuk mendatangkan sang gelandang secara bebas setelah kontraknya dengan Manchester City berakhir.

Meski deal sudah selesai, kedua pihak sepakat menunggu beberapa hari sebelum dokumen resmi diteken. Langkah ini diambil agar proses tanda tangan bergeser ke Juli.

Alasan pajak jadi penentu

El Confidencial melaporkan bahwa Bernardo Silva ingin menghabiskan waktu sesedikit mungkin di Spanyol untuk menghindari beban pajak 45%. Ia disebut berupaya memastikan dirinya tidak tercatat tinggal lebih dari 183 hari di Spanyol, sesuai aturan perpajakan setempat.

Jika ia bergabung pada Juli, bukan Juni, maka waktu yang dihabiskan di Spanyol selama tahun pajak 2026 akan lebih singkat. Dengan begitu, posisinya bisa lebih aman dari status penduduk yang dikenai pajak 45% di Spanyol.

Transfer bebas yang sangat menonjol

Bernardo Silva, yang kini berusia 31 tahun dan akan menginjak 32 tahun pada Agustus, menjadi salah satu nama besar di pasar transfer bebas musim panas ini. Mantan pemain Monaco itu menarik minat besar, tetapi Real Madrid akhirnya memenangkan persaingan setelah memenuhi seluruh permintaan pemain dan agennya.

Situasi ini membuat kepindahan Bernardo Silva ke Real Madrid tetap berada di jalur yang sama, hanya dengan waktu tanda tangan yang diatur ulang. Penundaan itu menegaskan bahwa dalam transfer besar, faktor pajak bisa sama pentingnya dengan kesepakatan olahraga itu sendiri.

Source: www.goal.com
Terbaru