AC Milan bergerak agresif di bursa transfer musim panas ini dengan membidik Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain. Nilai transfer yang disiapkan mencapai 75 juta euro plus bonus, dan angka itu berpotensi memecahkan rekor pembelian klub.
Langkah ini menunjukkan ambisi besar Rossoneri untuk memperkuat lini depan. Ramos masuk sebagai target utama dan disebut sebagai permintaan langsung dari Ruben Amorim setelah ia resmi menangani tim.
Target mahal dari PSG
Dikutip The Athletic, Milan serius mengupayakan kepindahan striker asal Portugal itu. Ramos juga disebut menarik minat banyak klub top Eropa, sehingga hubungan baik antara Gerry Cardinale dan Nasser Al-Khelaifi menjadi faktor penting dalam negosiasi.
Kedekatan dua petinggi klub itu dinilai bisa membantu Milan bersaing dalam perebutan tanda tangan Ramos. Di sisi lain, minat dari klub-klub besar membuat proses transfer ini tidak akan mudah.
Ramos tertarik dengan Amorim
Ramos disebut tertarik bermain di bawah asuhan Amorim, yang sama-sama berasal dari Portugal. Kesamaan latar belakang itu ikut memperkuat peluang Milan untuk meyakinkan sang striker.
Ramos juga direncanakan menjalani tes medis di Florida, Amerika Serikat. Di saat yang sama, ia masih membela Portugal di Piala Dunia 2026 dan baru tampil sekali sebagai pemain pengganti saat melawan Republik Demokratik Kongo pada matchday pertama.
Bisa pecahkan dua rekor sekaligus
Jika transfer ini terwujud, Ramos akan menjadi pembelian termahal dalam sejarah Milan. Rekor saat ini masih dipegang Rafael Leao, yang didatangkan dari Lille seharga 35 juta euro pada 2019.
Nilai 75 juta euro itu juga bisa menjadikan Ramos pembelian termahal Serie A. Rekor tersebut saat ini dipegang Romelu Lukaku, yang direkrut Inter Milan dari Chelsea dengan mahar 75 juta euro pada 2019.
Catatan performa di PSG
Ramos bergabung dengan PSG dari Benfica pada 2023, tetapi belum sepenuhnya mendapat tempat utama di tim. Sejauh ini, ia mencatat 45 gol dan 10 assist dari 131 penampilan.
Milan menilai kehadiran Ramos bisa menjadi solusi untuk lini serang yang tumpul musim lalu. Karena itu, Rossoneri melihat transfer ini bukan sekadar belanja besar, tetapi juga langkah penting untuk menaikkan daya gedor tim.
