Federasi Sepak Bola Brasil atau CBF melayangkan surat kepada Presiden FIFA Gianni Infantino setelah keputusan VAR yang menganulir gol Vinícius Júnior saat melawan Skotlandia memicu kemarahan mereka. Surat itu menyoroti apa yang dinilai Brasil sebagai inkonsistensi dalam penerapan prinsip turnamen terhadap intervensi wasit video.
Vinícius tampil sebagai figur utama Brasil dalam laga tersebut dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 0-3 atas Skotlandia. Namun, peluangnya untuk menorehkan hat-trick sirna setelah satu gol dibatalkan lewat VAR karena ia diduga melakukan pelanggaran terhadap Jack Hendry sebelumnya.
CBF menegaskan penolakannya terhadap keputusan itu melalui surat yang ditandatangani Ketua Samir Xaud. Dalam surat tersebut, CBF menulis bahwa jika salah satu prinsip utama Piala Dunia adalah menghormati interpretasi wasit dan meminimalkan intervensi VAR, maka filosofi itu harus diterapkan secara konsisten.
Sikap keras Brasil juga dipengaruhi oleh nama wasit César Ramos yang memimpin laga tersebut. Ramos sebelumnya pernah menjadi pengadil pertandingan Brasil melawan Swiss pada Piala Dunia 2018.
Dalam pertandingan itu, gol Steven Zuber untuk Swiss tetap disahkan meski Brasil menilai ada pelanggaran terhadap Miranda sebelum gol tercipta. Pengalaman itu masih diingat kubu Brasil dan ikut memperkuat reaksi mereka terhadap keputusan terbaru yang merugikan Vinícius.
CBF juga menulis bahwa wajar jika muncul pertanyaan ketika wasit yang sama kembali terlibat dalam keputusan penting yang memengaruhi Brasil di Piala Dunia. Melalui surat itu, federasi Brasil meminta FIFA merefleksikan tindakannya sendiri setelah insiden yang kembali memanaskan perdebatan soal konsistensi keputusan wasit dan penggunaan VAR.
Source: www.goal.com






