31 Ribu Lulusan SD Tak Tertampung SMP Negeri Bekasi, Kadisdik Imam Buka Suara tentang Solusi Sekolah

Author: Qoo Media

Sekitar 31 ribu lulusan SD sederajat di Kabupaten Bekasi tidak akan tertampung di SMP Negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ini muncul karena daya tampung 56 SMP Negeri hanya sekitar 32.032 kursi, sementara jumlah lulusan mencapai 63.784 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Fathurochman, menegaskan situasi itu bukan hal baru. Ia menyebut sistem pendidikan di daerahnya memang tidak hanya bergantung pada sekolah negeri, tetapi juga ditopang sekolah swasta, Madrasah Tsanawiyah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan kesetaraan.

Imam menjelaskan, pemerintah daerah tidak menargetkan seluruh lulusan SD masuk ke SMP Negeri. Fokus utama Pemkab Bekasi adalah memastikan semua anak usia sekolah tetap mendapat layanan pendidikan melalui program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Yang kami pastikan adalah semua anak-anak tetap bisa bersekolah. Pemerintah sudah memberikan perhatian melalui program 13 Tahun Wajib Belajar,” kata Imam kepada Cikarang Ekspres.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan sekolah swasta punya peran penting dalam menampung kebutuhan pendidikan di Kabupaten Bekasi. Karena itu, tidak semua lulusan SD bisa dan perlu diarahkan ke sekolah negeri.

“Kalau semuanya harus masuk SMP Negeri tentu tidak memungkinkan. Di sisi lain ada sekolah swasta yang juga harus berjalan, kemudian ada Madrasah Tsanawiyah dan pondok pesantren yang menjadi pilihan masyarakat,” jelasnya.

Untuk membantu keluarga kurang mampu, Pemkab Bekasi menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta maupun lembaga pendidikan kesetaraan. Bantuan itu diharapkan bisa meringankan biaya pendidikan sekaligus kebutuhan transportasi.

Imam menyebut bantuan disiapkan untuk sekitar 5.000 siswa jenjang SD dan 1.000 siswa jenjang SMP. Ia berharap akses pendidikan bagi seluruh masyarakat tetap terbuka dan layanan pendidikan bermutu bisa benar-benar terwujud.

Di sisi lain, Disdik Kabupaten Bekasi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ini berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Seluruh peserta juga disebut memiliki kesempatan yang sama dalam seleksi tanpa praktik titip-menitip.

Source: karawangbekasi.disway.id
Terbaru