Dividen Saham Berpotensi Menggoda Dana Deposito, Selisih Imbal Hasilnya Lebar

Tekanan yang melanda pasar saham domestik sepanjang tahun ini belum menutup peluang imbal hasil menarik dari sejumlah emiten. Dividen saham masih dapat menawarkan hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito perbankan.

Selisih tersebut berpotensi menjadi pertimbangan bagi investor yang membandingkan pendapatan pasif dari pasar saham dan simpanan berjangka. Ketika hasil bersih deposito mengecil setelah pajak, daya tarik saham pembagi dividen dapat semakin terlihat.

Bunga deposito setelah pajak

Data Bank Indonesia menunjukkan rata-rata bunga deposito tenor satu bulan pada Mei 2026 berada di level 4,26%. Untuk deposito tenor 12 bulan, rata-rata bunganya tercatat 4,5%.

Tenor DepositoRata-rata Bunga Mei 2026Keterangan
1 bulan4,26%Data rata-rata Bank Indonesia
12 bulan4,5%Menjadi acuan perhitungan hasil bersih tahunan

Dengan pajak sebesar 20%, imbal hasil bersih deposito dalam setahun menjadi sekitar 3,6%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa bunga nominal deposito tidak seluruhnya menjadi hasil yang diterima nasabah.

Angka tersebut menjadi pembanding penting bagi investor yang menilai potensi pendapatan dari dividen saham. Sejumlah saham disebut masih memberikan dividend yield yang memiliki jarak lebar dibandingkan bunga deposito.

Potensi pergeseran dana

Perbedaan imbal hasil dapat mendorong sebagian dana untuk masuk ke pasar saham. Namun, perpindahan itu berlangsung di tengah kondisi pasar saham domestik yang tertekan sepanjang tahun ini.

Deposito menawarkan tingkat bunga yang tercatat dan perhitungan pajak yang jelas. Sementara itu, saham menawarkan potensi dividen yang lebih tinggi pada sejumlah emiten, tetapi tetap berada dalam dinamika pasar saham.

Insight.kontan.co.id mencatat selisih dividend yield dengan bunga deposito yang lebar menjadi faktor yang dapat menarik perhatian investor. Perbandingan tersebut terutama relevan ketika hasil bersih deposito setahun hanya berada di kisaran 3,6%.

Data Bank Indonesia juga memperlihatkan bahwa pilihan tenor memengaruhi tingkat bunga deposito yang ditawarkan rata-rata industri perbankan. Investor dapat menggunakan angka tersebut sebagai salah satu acuan saat membandingkan imbal hasil dari instrumen simpanan dan saham.

Besarnya dividen yang diterima investor pada akhirnya bergantung pada saham yang dimiliki dan kebijakan pembagian dividen masing-masing emiten. Karena itu, selisih imbal hasil dengan deposito menjadi konteks awal, bukan satu-satunya dasar dalam menilai pilihan investasi.

Source: insight.kontan.co.id
Terkait