Peluang warga negara Indonesia untuk memperoleh Working Holiday Visa Australia berpotensi berubah melalui sistem undian elektronik. Australia menyatakan mendukung usulan Indonesia agar mekanisme tersebut diterapkan demi proses yang lebih adil dan transparan.
Perubahan ini juga diarahkan untuk menghapus syarat Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa atau SDUWHV. Surat tersebut sebelumnya diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai salah satu persyaratan pengajuan visa kerja dan liburan ke Australia.
Kuota program ini untuk Indonesia tetap berada di angka 5.000 orang setiap tahun. Jumlah tersebut setara dengan kuota yang tersedia bagi warga China, di tengah meningkatnya minat warga Indonesia pada program pertukaran budaya itu.
Australia Dukung Sistem Undian
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite mengatakan rekomendasi sistem undian dinilai sesuai untuk menghilangkan hambatan dalam proses pengajuan. Menurutnya, mekanisme baru itu akan mengurangi kebutuhan surat dukungan dan membuat akses kuota menjadi lebih adil.
“Ya, kami mendukung usulan yang disarankan oleh Dirjen Anda,” kata Thistlethwaite di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 15 Juli 2026, seperti diberitakan www.detik.com. Pernyataan itu menegaskan dukungan Australia terhadap usulan yang disampaikan Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
Namun, jadwal penerapan sistem undian belum diumumkan. Thistlethwaite menyebut Departemen Luar Negeri Australia masih menyiapkan sistem elektronik agar proses undian dapat berlangsung secara adil.
Ia mengatakan implementasi sistem tersebut membutuhkan waktu dan belum dapat dipastikan tanggalnya. Pemerintah Australia akan menyampaikan informasi kepada Indonesia ketika tanggal pemberlakuan sistem baru sudah ditetapkan, sehingga peminat dapat mempersiapkan diri.
Tarif Visa Turut Naik
Di saat rencana sistem undian disiapkan, biaya visa Australia juga mengalami kenaikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan berlaku untuk permohonan Working Holiday Maker Visa pertama serta permohonan perpanjangan kedua dan ketiga.
| Jenis Visa | Tarif Sebelumnya | Tarif Mulai 1 Juli 2026 |
|---|---|---|
| WHV permohonan pertama | AUD 670 | AUD 840 |
| WHV perpanjangan kedua atau ketiga | AUD 670 | AUD 1.000 |
| Visa pelajar umum | AUD 2.000 | AUD 2.500 |
| Visa pelajar Indonesia dan ASEAN | AUD 2.000 | AUD 2.050 |
Working Holiday Visa merupakan program pertukaran budaya yang memungkinkan pesertanya bekerja sambil berlibur di Australia sesuai ketentuan visa. Pemerintah Australia menilai program tersebut penting, terutama karena minat dari Indonesia terus meningkat.
Untuk pelajar dari Indonesia dan negara ASEAN, kenaikan biaya visa pelajar lebih rendah dibandingkan tarif umum. Tarif visa pelajar bagi pemohon Indonesia ditetapkan AUD 2.050 untuk masa berlaku maksimal lima tahun.
Rencana undian elektronik dapat menjadi perubahan penting bagi peminat WHV Indonesia karena prosesnya tidak lagi bertumpu pada Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa. Meski begitu, calon pemohon masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai waktu penerapan dan tata cara sistem baru tersebut.







