85 Mahasiswa ITB dari Keluarga Kurang Mampu Jakarta Menanti Beasiswa DKI

Sebanyak 85 calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu masuk dalam daftar penerima dukungan pendidikan yang diajukan kepada pemerintah provinsi. Langkah ini membuka harapan agar mereka dapat melanjutkan kuliah tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan siap memberikan dukungan melalui program beasiswa sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Namun, rincian bentuk beasiswa untuk para calon mahasiswa tersebut masih dinantikan.

Daftar 85 nama itu diserahkan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam audiensi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pertemuan berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kampus dan pemerintah daerah. Fokus pembahasannya mencakup perluasan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik Jakarta serta penguatan kerja sama di bidang pendidikan.

InformasiKeterangan
Calon mahasiswa85 orang asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu
Perguruan tinggiInstitut Teknologi Bandung
Lokasi audiensiBalai Kota DKI Jakarta
Waktu pertemuanJumat, 17 Juli 2026

Dukungan Beasiswa Sesuai Mekanisme

ITB menyebut penyerahan daftar nama itu dilakukan sebagai bentuk koordinasi agar calon mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Kondisi ekonomi keluarga diharapkan tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa yang telah diterima di kampus tersebut.

Dalam keterangan di situs resminya, ITB menyampaikan bahwa gubernur telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung para mahasiswa. “Gubernur menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan dukungan melalui program beasiswa sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ungkap ITB.

Dukungan ini bukan program yang sepenuhnya baru bagi warga Jakarta. Pemprov DKI Jakarta selama ini setiap tahun memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa pemegang KTP DKI Jakarta yang diterima di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

ITB termasuk salah satu perguruan tinggi yang menjadi tujuan mahasiswa asal Jakarta dalam skema tersebut. Karena itu, koordinasi terbaru ini menempatkan kebutuhan 85 calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebagai perhatian khusus.

Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Alumni

Jajaran pimpinan ITB hadir dalam pertemuan dengan Pramono Anung untuk membahas agenda pendidikan tersebut. Pertemuan itu juga menggarisbawahi peran pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi warganya.

Menurut ITB, kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemprov DKI Jakarta diharapkan memperluas peluang generasi muda Jakarta untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Akses tersebut dipandang penting agar mereka kelak dapat berkontribusi bagi bangsa.

Rektor ITB turut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun pendidikan yang lebih terbuka. ITB menyatakan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan alumni merupakan pondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif.

Ekosistem itu diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul. Dalam konteks 85 calon mahasiswa ini, dukungan pembiayaan menjadi salah satu unsur penting agar kesempatan masuk perguruan tinggi tidak berhenti setelah proses penerimaan selesai.

Laporan www.kompas.com menyebut bentuk bantuan yang akan diberikan Pemprov DKI Jakarta belum dirinci. Penyaluran beasiswa nantinya tetap mengikuti ketentuan serta mekanisme yang berlaku di lingkungan pemerintah provinsi.

Bagi calon mahasiswa yang telah tercantum dalam daftar, perkembangan skema tersebut akan menentukan kelanjutan dukungan pendidikan mereka di ITB. Rincian mengenai bentuk beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta masih ditunggu.

Terkait