Dari Wartawan hingga Kepala BGN, Jejak Pendidikan Nanik S Deyang sebelum Mundur

Nanik S Deyang memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan alasan kesehatan. Keputusan itu muncul tidak lama setelah ia dilantik untuk menggantikan Dadan Hindayana.

Perjalanan Nanik menuju posisi tersebut tidak hanya dibentuk oleh pengalaman di birokrasi dan politik. Latar pendidikan sains serta kariernya sebagai wartawan menjadi bagian penting dari rekam jejak perempuan kelahiran Madiun ini.

Lulusan Biologi Unsoed

Nanik memiliki nama lengkap Nanik Sudaryati Deyang dan lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Profil resmi BGN yang dikutip www.kompas.com menyebut ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah.

Pendidikan di bidang biologi menjadi fondasi akademiknya sebelum berkiprah di berbagai bidang pekerjaan. Setelah menyelesaikan studi sarjana, Nanik melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada.

Ia mengambil program Magister Ilmu Kehutanan di UGM. Riwayat studi tersebut memperlihatkan latar akademik Nanik berada pada rumpun ilmu hayati dan kehutanan sebelum dikenal luas melalui dunia media serta pemerintahan.

Karier Media Membentuk Pengalaman Komunikasi

Sebelum memasuki jabatan publik, Nanik pernah berprofesi sebagai wartawan. Ia juga disebut pernah menduduki posisi tinggi di sejumlah media cetak Indonesia.

Pengalaman tersebut membentuk kompetensinya dalam komunikasi publik, investigasi, dan tata kelola organisasi. Latar ini pula yang membuat Nanik cukup sering tampil dalam kegiatan lapangan dan menyampaikan penjelasan kepada masyarakat mengenai program Makan Bergizi Gratis.

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu program yang berkaitan dengan tugas BGN. Dalam berbagai kesempatan kerja lapangan, Nanik terlibat menyampaikan informasi program tersebut kepada publik.

Masuk Politik hingga Birokrasi Pusat

Nanik kemudian memasuki dunia politik dan menjadi salah satu pendukung Prabowo Subianto sejak 2019. Setelah Prabowo dinyatakan menang dalam Pemilihan Presiden 2024, ia mulai berkiprah di lingkungan birokrasi pemerintahan pusat.

Perjalanan jabatan Nanik mencakup posisi di lembaga percepatan pengentasan kemiskinan, BGN, dan PT Pertamina. Sejumlah penugasan itu berlangsung sebelum ia dipercaya memimpin BGN.

JabatanPeriode
Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan KemiskinanOktober 2024–September 2025
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero)Juni 2025
Wakil Kepala Badan Gizi NasionalSeptember 2025
Kepala Badan Gizi NasionalDilantik Senin, 8 Juni 2026

Di BGN, Nanik lebih dahulu menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada September 2025. Ia kemudian dilantik sebagai Kepala BGN pada Senin, 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus dugaan korupsi.

Penunjukan itu menempatkan Nanik pada posisi puncak lembaga yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG. Namun, jabatan baru tersebut kemudian ia lepaskan melalui pengunduran diri yang disampaikan dengan alasan kesehatan.

Riwayat pendidikannya di Unsoed dan UGM, ditambah pengalaman panjang di media, politik, serta sejumlah jabatan publik, membentuk lintasan karier Nanik sebelum menjadi Kepala BGN. Pengunduran dirinya menjadi penutup singkat bagi masa tugasnya di jabatan tersebut.

Terkait