Dulu Belajar di Kelas Retak, Siswa SMAN 8 Kupang Kini Lebih Fokus Setelah Revitalisasi

Author: Qoo Media

Ruang kelas yang dulu dipenuhi tembok retak, cat mengelupas, dan suasana kotor kini berubah di SMAN 8 Kupang. Perubahan setelah revitalisasi membuat para siswa merasa lebih nyaman, bersemangat, dan lebih mampu berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung.

Bagi William Evan Gabriello Sosi, siswa kelas 11, kondisi bangunan sekolah ikut memengaruhi suasana hati ketika belajar. Kelas yang lebih bersih dan rapi membuat pengalaman belajar yang sebelumnya terganggu kondisi fisik ruangan terasa berbeda.

SMAN 8 Kupang menerima dana revitalisasi sebesar Rp1,2 miliar untuk pembangunan empat ruang kelas baru. Salah satu ruang tersebut kini digunakan William bersama teman-temannya sebagai tempat belajar sehari-hari.

Revitalisasi ini juga berdampak pada kapasitas kelas yang sebelumnya terasa terlalu padat bagi sebagian siswa. Nonia, siswi kelas 12, mengatakan satu kelas dahulu dapat diisi lebih dari 40 siswa, sedangkan kini jumlahnya sekitar 30-an siswa.

Siswa Kelas Perubahan yang Dirasakan
William Evan Gabriello Sosi 11 Kelas lebih bersih, rapi, dan mendukung konsentrasi
Syahrini Rismayanti Said 12 Belajar terasa lebih baik setelah gedung direnovasi
Nonia 12 Kelas tidak lagi terlalu padat, bangku lebih baik, dan ada papan interaktif

Kelas Baru Mengubah Suasana Belajar

William mengenang kondisi lama ketika tembok kelas terlihat retak dan catnya banyak terkelupas. Situasi itu, menurutnya, membuat ruangan tampak kotor sehingga fokus belajar menjadi lebih sulit dijaga.

Dalam kunjungan jurnalistik Kementerian Komunikasi dan Digital di sekolah tersebut, William menggambarkan perubahan yang kini ia rasakan. “Sekarang jadi lebih bersih, enak dilihat. Temboknya juga sudah rapi, catnya juga lebih aman, jadi nyaman buat setiap murid,” ujarnya.

Perubahan kondisi fisik ruang belajar tidak hanya dirasakan oleh siswa kelas 11. Syahrini Rismayanti Said yang duduk di kelas 12 juga menilai renovasi membawa perubahan besar bagi kegiatan belajar di sekolah.

Ia mengatakan gedung yang telah direnovasi membuat siswa dapat belajar dengan lebih baik. “Banyak perubahan ya, karena adanya gedung tersebut, kita bisa belajar dengan baik karena semuanya kan sudah direnovasi,” kata Syahrini.

Berkurangnya jumlah siswa dalam satu kelas menjadi perubahan lain yang paling terasa bagi Nonia. Ia menyebut kondisi kelas yang terlalu ramai sebelumnya dapat membuat suasana belajar bising dan menimbulkan rasa bosan.

Kini, Nonia merasa ruang belajar lebih longgar sehingga siswa tidak harus berdesak-desakan. “Kadang bosan karena terlalu ribut, kalau sekarang sudah santai,” katanya.

Bangku Baru dan Papan Interaktif

Selain kapasitas kelas yang lebih memadai, Nonia juga menyoroti pembaruan perlengkapan di dalam ruang belajar. Bangku-bangku yang lebih baik serta kehadiran papan interaktif membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan baginya.

Fasilitas tersebut melengkapi perubahan pada gedung baru yang kini menjadi bagian dari lingkungan belajar siswa. Bagi para pelajar, kelas yang nyaman bukan sekadar soal tampilan bangunan, melainkan juga ruang yang membantu mereka menerima pelajaran dengan lebih tenang.

Menurut laporan detik.com, rasa syukur atas revitalisasi itu disampaikan William, Nonia, dan Syahrini kepada pemerintah. Mereka menilai perbaikan sekolah memberi dorongan baru untuk lebih bersemangat menjalani kegiatan belajar.

Masih Ada Kebutuhan Aula dan Penataan Lahan

Meski bangunan kelas telah diperbarui, para siswa masih menyampaikan sejumlah kebutuhan yang mereka harapkan dapat ditindaklanjuti. Mereka meminta batu-batu karang di area depan sekolah dan sejumlah lahan kosong dapat dihilangkan.

William juga menyoroti kebutuhan aula mandiri di SMAN 8 Kupang. Saat ini, ruang yang dipakai sebagai aula masih digunakan bergantian dengan kegiatan kelas, sehingga pemanfaatannya menjadi terbatas.

“Harapannya sih mungkin aula. Untuk aula kita mungkin itu masih kurang karena terbatas jadi dipakai pun bergantian dengan murid-murid,” ujar William.

Permintaan tersebut menunjukkan revitalisasi telah menghadirkan perubahan nyata pada ruang kelas, tetapi kebutuhan fasilitas sekolah belum seluruhnya terpenuhi. Para siswa berharap perbaikan lingkungan dan pembangunan aula dapat melengkapi kenyamanan belajar yang mulai mereka rasakan.

Terbaru