Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan tetap memakai kurikulum nasional, meski dirancang bagi anak-anak berprestasi. Pembelajaran di sekolah ini akan diperkaya pendekatan STEAM serta dukungan bahasa asing, teknologi digital, dan wawasan global.
Rancangan tersebut menempatkan standar pendidikan nasional sebagai fondasi utama, bukan menggantinya dengan kurikulum terpisah. Di saat yang sama, sekolah diberi ruang untuk membangun kekhasan program sesuai kebutuhan peserta didik dan potensi daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan arah pembelajaran SNT dalam keterangan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (22/7/2026). Informasi itu diberitakan www.kompas.com.
“SNT menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport),” kata Mu’ti. Pendekatan ini mencakup sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga.
Tiga Lapisan Kurikulum di SNT
Struktur kurikulum SNT dibagi ke dalam tiga lapisan yang saling melengkapi. Pembagian ini dimaksudkan agar sekolah tetap memenuhi capaian nasional sambil mengembangkan karakter dan konteks pembelajaran setempat.
| Lapisan | Peran | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Kurikulum nasional | Fondasi | Standar, arah, dan capaian pembelajaran nasional untuk pembelajaran mendalam. |
| Kurikulum kekhasan sekolah | Penguat | Karakter, visi, dan program unggulan seperti STEM, kepemimpinan, serta bahasa asing. |
| Kurikulum berbasis konteks lokal | Pengaya | Potensi daerah, kearifan lokal, budaya, dan kebutuhan masyarakat sebagai sumber belajar. |
Kurikulum nasional menjadi dasar penyelenggaraan pembelajaran mendalam di SNT. Lapisan ini menjaga agar arah dan target belajar sekolah tetap mengacu pada standar yang berlaku secara nasional.
Di atas fondasi tersebut, sekolah dapat menambahkan kurikulum kekhasan untuk memperkuat identitas dan program unggulannya. Muatan seperti STEM, kepemimpinan, dan bahasa asing disebut sebagai contoh pengembangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta murid.
Lapisan pengaya kemudian menghubungkan proses belajar dengan lingkungan sekitar. Potensi daerah, budaya, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Mu’ti mengatakan pengayaan itu diarahkan agar anak memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Namun, pengembangan kompetensi tersebut tetap diharapkan berakar pada nilai serta budaya luhur bangsa Indonesia.
Fasilitas yang Disiapkan
Selain rancangan kurikulum, SNT disiapkan dengan sarana yang mencakup ruang belajar digital, laboratorium, fasilitas seni, hingga pusat olahraga. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung pembelajaran lintas bidang dan kegiatan pengembangan minat siswa.
| Fasilitas | Ruang atau Sarana Utama | Fungsi |
|---|---|---|
| Smart Classroom and Green School | Ruang modular, fleksibel, dan ramah anak | Mendukung berbagai metode belajar serta penggunaan teknologi di kelas. |
| World-Class Laboratories | Lab sains, komputer dan AI, bahasa, pertanian, peternakan | Mendukung praktik sains dan pengembangan keterampilan. |
| Future Library and Learning Commons | Akses e-journal global, ruang diskusi, dan co-working | Menjadi ruang belajar mandiri dan kolaboratif bagi murid. |
| Creative Arts and Studio | Studio musik, seni rupa, tari, teater, dan auditorium | Memfasilitasi kegiatan seni tradisional maupun modern. |
Laboratorium SNT direncanakan meliputi bidang biologi, fisika, kimia, bioteknologi, komputer dan AI, serta bahasa. Sekolah juga akan memiliki lahan pertanian, peternakan, dan ruang pengembangan keterampilan dengan kelengkapan sesuai standar internasional.
Perpustakaan masa depan dan learning commons akan menyediakan akses e-journal global. Area ini juga mencakup ruang diskusi dan co-working yang dapat digunakan murid untuk belajar bersama.
Bagi tenaga pendidik, SNT menyiapkan Teachers’ Innovation Hub dengan konsep co-working, sistem digital, dan ruang kolaborasi guru. Fasilitas ini disebut sebagai pusat pelatihan guru dan tenaga kependidikan.
Fasilitas olahraga akan mencakup lapangan sepak bola, basket, kolam renang terstandar, serta area track and field. SNT juga direncanakan memiliki gedung olahraga multifungsi untuk tenis, badminton, voli, dan kegiatan lainnya.
Untuk sementara, 17 lokasi SNT akan menumpang di Unit Pelayanan Terpadu Kemendikdasmen. Penggunaan lokasi sementara itu berlangsung sambil menunggu pembangunan gedung baru.







