Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan sektor minyak Venezuela dengan menyita dua kapal tanker yang masuk dalam daftar sanksi. Langkah ini bagian dari upaya AS untuk mengendalikan distribusi minyak Venezuela pasca penggulingan Presiden Nicolás Maduro lewat operasi khusus.
Departemen Energi AS menegaskan bahwa ekspor dan impor minyak Venezuela hanya bisa dilakukan melalui jalur yang disetujui oleh AS. Kebijakan ini bertujuan menjaga kepentingan keamanan nasional dan memberikan AS pengaruh besar atas cadangan minyak mentah Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.
Dengan pengendalian penuh, AS dapat memengaruhi pasokan serta harga minyak di pasar global. Wakil Presiden AS, JD Vance, menekankan bahwa sektor energi merupakan alat tekanan efektif serta dapat mengatur keuangan Venezuela dengan menentukan ke mana minyak negara tersebut boleh dipasarkan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkap bahwa minyak dari kapal tanker yang disita akan dijual menurut kesepakatan baru antara Washington dan otoritas sementara Venezuela. Dalam perjanjian tersebut, Venezuela berkomitmen memasok hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Rubio mengatakan otoritas sementara Venezuela meyakini kerja sama dengan AS adalah satu-satunya cara agar sektor minyak tetap tumbuh dan mencegah keruntuhan ekonomi nasional. Pengawasan penuh oleh Washington menjadi kunci kelangsungan sektor energi negara tersebut di masa depan.
Komando Eropa AS mengonfirmasi penyitaan kapal tanker Bella 1 di Atlantik Utara karena pelanggaran sanksi. Kapal ini berupaya menghindari blokade harga minyak Venezuela. Selain itu, kapal M/T Sophia juga diambil alih oleh pasukan AS di perairan Laut Karibia.
Penyitaan dua kapal tanker terbaru ini menambah daftar kapal yang berhasil diamankan AS, termasuk Skipper dan Centuries. Penegakan hukum tersebut juga melibatkan penyelidikan pidana terhadap awak kapal yang diduga mengabaikan perintah dari Penjaga Pantai AS.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam tindakan AS dan menganggapnya sebagai pembajakan terbuka. Rusia menuntut perlakuan manusiawi terhadap warga negaranya yang termasuk dalam awak kapal tanker yang disita oleh Washington.
Selain memperketat sanksi, pemerintahan Trump secara selektif mulai melonggarkan beberapa sanksi agar pengiriman dan penjualan minyak Venezuela tetap bisa berlangsung dengan pengawasan ketat dari Amerika Serikat. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan kontrol penuh sambil menjaga stabilitas pasokan minyak global.
Langkah AS ini mengilustrasikan strategi baru Washington dalam mengelola sumber daya energi Venezuela setelah menggulingkan Maduro. Kontrol terhadap minyak Venezuela menjadi instrumen diplomasi penting bagi AS dalam menentukan arah politik dan ekonomi negara tersebut.
Daftar Kapal Tanker yang Disita AS:
1. Bella 1 (Atlantik Utara)
2. M/T Sophia (Laut Karibia)
3. Skipper
4. Centuries
Kebijakan pengendalian dan penyitaan kapal tanker ini berpotensi mengubah dinamika geopolitik dan ekonomi di kawasan Amerika Latin. AS menunjukkan kesiapan dan kemampuannya mengawasi rantai suplai minyak Venezuela agar tetap mendukung kepentingan nasional dan pasar global.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com