Televisi pemerintah China menayangkan rekaman Chen Zhi, taipan yang didakwa Amerika Serikat, saat dikawal polisi bersenjata setelah diekstradisi dari Kamboja ke China. Ekstradisi ini menandai langkah penting dalam pemberantasan sindikat penipuan daring internasional yang selama ini beroperasi di Asia Tenggara.
Chen Zhi dikenal sebagai pemimpin jaringan kejahatan besar yang fokus pada perjudian dan penipuan lintas negara. Pemerintah Kamboja memutuskan melikuidasi bank Prince Bank yang didirikan Chen, yang diduga menjadi pusat kegiatan penipuan tersebut.
Penangkapan dan Ekstradisi Chen Zhi
Pengiriman Chen dari Phnom Penh ke Beijing dilakukan dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan China, disiarkan oleh saluran CCTV. Chen terlihat diborgol dengan mata tertutup saat turun dari pesawat, menegaskan statusnya sebagai tersangka utama sindikat penipuan tersebut.
Kamboja bersama China telah berbulan-bulan melakukan penyelidikan bersama atas jaringan ini. Ekstradisi Chen diresmikan pada 7 Januari 2026 dan mendapat perhatian luas karena ini merupakan bagian dari upaya internasional memberantas kejahatan transnasional.
Likuidasi Bank Prince Bank
Bank Nasional Kamboja resmi menempatkan Prince Bank dalam status likuidasi. Bank ini dilarang menerima simpanan baru maupun menyalurkan kredit ke publik. Proses likuidasi dikelola oleh auditor terpercaya, Morisonkak MKA.
Prince Bank sendiri mengelola aset sekitar US$1 miliar. Meski demikian, nasabah tetap bisa menarik dana mereka secara normal, sementara peminjam diharuskan memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.
Jaringan Penipuan dan Dampak Internasional
Chen Zhi sebelumnya dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Inggris pada Oktober 2025 karena mendalangi operasi penipuan mata uang kripto dan perjudian online. Jaksa AS menuding jaringan ini pernah melakukan modus "pig butchering" atau penyembelihan babi, yang menimbulkan kerugian miliaran dolar di berbagai negara.
Menurut laporan Amnesty International, terdapat lebih dari 50 kompleks penipuan beroperasi di Kamboja. Praktik di kompleks ini disinyalir melibatkan pelanggaran hak asasi manusia berat seperti kerja paksa dan penyiksaan.
Komitmen Penegakan Hukum China
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa China akan memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk Kamboja, untuk melindungi masyarakat dari kejahatan lintas batas. Kementerian Keamanan Publik China juga berjanji akan segera mengeluarkan surat penangkapan untuk anggota inti lainnya dari kelompok kriminal Chen.
Jika Chen terbukti bersalah di Amerika Serikat, ia menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 40 tahun dan penyitaan aset kripto senilai miliaran dolar. Namun, Prince Group hingga kini membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka.
Kasus Chen Zhi menjadi sorotan penting dalam upaya global menumpas jaringan penipuan daring yang selama ini merugikan banyak korban dan mengancam keamanan finansial internasional. Pemerintah berbagai negara terus memperkuat mekanisme kerja sama untuk memutus rantai kejahatan tersebut.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com