Li, seorang mahasiswi program magister Pendidikan Olahraga di Universitas Olahraga Shanghai, berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis kursus belajar bersepeda unik. Dalam dua tahun, dia mengantongi pendapatan sekitar Rp 600 juta dengan metode pelatihan “tanpa sentuhan” yang inovatif.
Kursus ini menjawab kebutuhan orang dewasa yang ingin mahir bersepeda tetapi terkendala rasa malu dan takut jatuh. Li menciptakan teknik mengajari siswa menggunakan sepeda keseimbangan yang dimodifikasi dengan melepaskan pedal dan menurunkan posisi jok.
Metode ini memudahkan siswa melatih keseimbangan hanya dengan mendorong dan meluncur menggunakan kaki, tanpa perlu bantuan orang lain. Li mengaku cukup mengamati siswa selama 10 menit untuk bisa menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan agar murid bisa menyeimbangkan diri sendiri.
Kursus tersebut terbukti efektif. Banyak siswa bisa mengendarai sepeda dalam waktu satu jam setelah mengikuti pelatihan. Hingga kini, Li telah membimbing sekitar 700 orang dari berbagai kalangan umur, mulai dari anak kecil hingga lansia usia 68 tahun.
Mayoritas peserta justru adalah perempuan muda berusia 20-30 tahun. Mereka mengikuti kursus untuk alasan pekerjaan atau sekadar mengembalikan kemampuan yang tertinggal sejak masa kecil. Salah satu muridnya, Xiao, menyampaikan bahwa kursus ini sangat membantu karena ia bisa belajar dengan cepat tanpa harus merepotkan orang lain.
Keunggulan bisnis Li bukan hanya terletak pada teknik pengajaran yang efektif, tetapi juga pendekatan mental yang membantu mengatasi ketakutan dan trauma masa lalu para siswa. Ia meluangkan waktu untuk berinteraksi intensif agar siswa merasa percaya diri saat belajar.
Penghasilan dari kursus tersebut dipakai Li untuk membiayai studi magister dan mengikuti berbagai sertifikasi olahraga profesional yang bernilai lebih dari 100.000 yuan. Setelah lulus pada Juni nanti, dia berencana memperluas bisnis ke provinsi lain seperti Zhejiang dan Jiangsu untuk menjangkau lebih banyak peminat.
Potensi pasar untuk pelatihan keterampilan dasar bersepeda bagi orang dewasa masih sangat besar. Li meyakini layanan ini akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat untuk hidup lebih sehat dan aktif dengan bersepeda. Inovasi metode “tanpa sentuhan” yang dikembangkannya menjadi solusi tepat dengan pendekatan yang lebih lembut namun efektif.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






