Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan klarifikasi terkait gelombang unjuk rasa yang terjadi di Teheran sejak Desember 2025. Pihak kedubes menegaskan bahwa aksi protes bermula dari masalah ekonomi, terutama anjloknya nilai tukar mata uang yang menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Awalnya, demonstrasi didominasi oleh kalangan pengusaha, pedagang, dan serikat pekerja yang menuntut stabilisasi ekonomi. Namun, situasi kemudian berkembang menjadi kerusuhan yang menelan korban jiwa sebanyak 1.850 orang, termasuk massa dan aparat keamanan.
Penyebab dan Perkembangan Protes
Masalah utama yang memicu unjuk rasa adalah ketidakstabilan nilai tukar yang mengguncang perekonomian Iran secara signifikan. Pemerintah menjelaskan lonjakan harga dan gangguan aktivitas bisnis jadi pemicu awal tuntutan.
Awalnya, aksi berlangsung damai dengan harapan perbaikan ekonomi. Namun, protes kemudian berubah menjadi demonstrasi berskala luas dengan tuntutan politik yang semakin kompleks, mempertanyakan kebijakan pemerintah soal stabilitas pasar.
Komitmen Iran pada Hak Sipil dan Pengelolaan Protes
Pemerintah Iran menegaskan komitmennya pada hak sipil dan kebebasan berekspresi sesuai konstitusi nasional serta Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR). Unjuk rasa damai dipastikan tidak mendapat tindakan represif dari aparat keamanan.
Namun, pemerintah membedakan dengan kelompok kecil yang diduga terafiliasi dengan pihak luar negeri. Kelompok ini disebut melakukan tindakan kekerasan seperti perusakan fasilitas umum dan penyerangan aparat dengan senjata api serta alat pembakar.
Tudingan Intervensi Asing
Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel ikut campur dalam situasi internal negara tersebut. Pernyataan dan tindakan pemerintah AS dan Israel dianggap provokatif dan berupaya mendestabilisasi Iran.
Tekanan ekonomi yang dialami masyarakat disebut sebagai dampak langsung sanksi unilateral AS yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Iran mengecam pemanfaatan isu ekonomi oleh pihak asing sebagai alat tekanan politik yang melanggar kedaulatan nasional.
Langkah Pemerintah Iran
Sebagai solusi, pemerintah telah menginisiasi program bantuan darurat untuk kelompok rentan serta membuka dialog dengan serikat pekerja guna merancang reformasi ekonomi. Pendekatan ini berupaya meredam ketegangan dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi.
Kedutaan Besar Iran juga mengimbau media di Indonesia untuk menyajikan pemberitaan yang seimbang dan berbasis fakta. Hal ini penting agar publik memperoleh gambaran yang utuh dan tidak terpengaruh narasi provokatif yang dapat memperkeruh situasi.
Pemerintah Tehran menegaskan bahwa dialog serta kerja sama tetap menjadi jalan terbaik menjaga stabilitas dan perdamaian baik di tingkat regional maupun global. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan yang ada.
Baca selengkapnya di: www.suara.com






