Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang sipil di wilayah timur laut Ukraina dan menewaskan sedikitnya lima orang. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam insiden tersebut sebagai tindakan terorisme yang tidak dapat dibenarkan.
Korban dan puing-puing tersebar di lokasi serangan di wilayah Kharkiv, sehingga jumlah korban belum dapat dipastikan secara langsung. Kereta tersebut sedang membawa hampir 300 penumpang yang sebagian besar dalam perjalanan untuk mengunjungi tentara di garis depan perang.
Kronologi dan Dampak Serangan
Serangan menargetkan kereta yang melaju dari Chop dan Lviv menuju Barvinkove, stasiun terdekat dengan daerah pertempuran di Donetsk. Drone Rusia menabrak lokomotif dan satu gerbong penumpang, menghancurkan bagian depan dan menyebabkan kebakaran hebat. Dalam pernyataannya di Telegram, Zelensky menyebut serangan ini sebagai aksi terorisme yang setara di segala negara.
Badan Kejaksaan Regional Kharkiv telah menemukan jenazah lima korban. Identifikasi korban akan dilakukan melalui tes DNA untuk memastikan identitas mereka. Sementara itu, operator kereta nasional Ukrzaliznytsia melaporkan dua orang luka-luka dan satu orang masih hilang pasca-serangan.
Respon Ukrzaliznytsia dan Pemerintah Ukraina
Ukrzaliznytsia mengumumkan bahwa bendera di semua stasiun kereta seluruh Ukraina akan diturunkan setengah tiang dan diadakan satu menit hening untuk mengenang korban. Perusahaan juga menegaskan bahwa kereta tersebut merupakan alat transportasi penting bagi warga yang hendak menjenguk tentara di garis depan.
Wakil Perdana Menteri Ukraina, Oleksii Kuleba, menjelaskan bahwa drone menghantam bagian depan lokomotif serta sebuah gerbong penumpang, menimbulkan luka-luka serius. Video resmi dari pemerintah Ukraina menunjukkan asap dan api membumbung dari jendela kereta yang hancur, serta evakuasi penumpang yang menyelamatkan diri ke hutan salju di dekat rel.
Dampak Serangan terhadap Sipil dan Infrastruktur
Serangan ini bukan serangan pertama Rusia terhadap infrastruktur kereta api di Ukraina, namun kejadian menargetkan kereta penumpang langka dan memiliki implikasi serius terhadap keamanan warga sipil. Pada tahun sebelumnya, serangan rudal Rusia di stasiun kereta Kramatorsk menewaskan 61 orang, termasuk banyak anak-anak.
Selain serangan terhadap kereta, wilayah Kyiv juga mengalami serangan rudal yang menewaskan sepasang suami istri di apartemen mereka. Dalam insiden itu, anak perempuan berusia empat tahun berhasil selamat berkat pertolongan seorang jurnalis yang menemukan dan mengevakuasinya dari reruntuhan.
Dampak pada Penduduk Sipil dan Upaya Penyelamatan
Rekaman video menunjukkan kepanikan penumpang, termasuk ibu dan anak-anak kecil, yang lari meninggalkan kereta yang terbakar sambil membawa barang bawaan mereka. Dalam beberapa kasus, warga yang terluka dievakuasi dengan bantuan layanan tanggap darurat yang berusaha mengamankan korban dari lokasi berbahaya.
Saksi mata menggambarkan suasana mencekam dan penuh duka di lokasi kejadian. Kesaksian warga yang diselamatkan menggambarkan trauma mendalam akibat serangan brutal ini. Sejumlah upaya penyelamatan dan perawatan korban terus dilakukan meski kondisi medan sulit dan cuaca dingin.
Serangan drone Rusia terhadap kereta sipil ini menambah daftar panjang serangan yang mempengaruhi kehidupan warga Ukraina secara langsung. Tindakan tersebut memicu kecaman internasional dan ditekankan sebagai pelanggaran kemanusiaan yang serius. Pemerintah Ukraina menyatakan akan terus mengawasi dan melaporkan dampak serangan sebagai bagian dari upaya mempertahankan keselamatan warga dan penegakan hukum internasional.







