Marius Borg Høiby, putra Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, dinyatakan bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Putusan ini langsung menambah tekanan pada keluarga kerajaan Norwegia yang sudah terseret dalam sorotan publik selama berbulan-bulan.
Majelis tiga hakim di Oslo District Court membebaskannya dari dua tuduhan pemerkosaan lainnya, tetapi tetap menyatakan Høiby bersalah atas sejumlah pelanggaran lain yang juga didakwakan. Ia tidak hadir langsung di ruang sidang karena alasan kesehatan yang tidak dijelaskan, namun mengikuti sidang melalui sambungan video.
Putusan yang paling berat bagi keluarga kerajaan
Kasus ini melibatkan enam perempuan, dan hanya satu di antaranya yang hadir di pengadilan untuk mendengar putusan. Perempuan itu terlihat menangis saat hakim menyatakan Høiby bersalah memperkosanya.
Hakim menilai Høiby memperkosa dua perempuan dalam dua peristiwa terpisah, termasuk satu kasus di properti Putra Mahkota di Skaugum pada 2018 dan satu lagi yang melibatkan perempuan di Oslo pada 2024. Pengadilan juga menyatakan bahwa korban dalam kasus 2018 saat itu sedang tidur dan tidak mampu melawan.
Dalam kasus lain, jaksa menyebut seorang perempuan diperkosa setelah pesta di Oslo pada Maret 2024 ketika ia dalam kondisi tidak sadarkan diri atau tertidur setelah sebelumnya melakukan hubungan seksual secara suka sama suka. Pengadilan menyimpulkan korban tidak mampu menolak apa yang terjadi.
Dibebaskan dari dua dakwaan, tapi tetap dinilai bersalah atas banyak pelanggaran
Selain dua vonis pemerkosaan, Høiby juga dinyatakan bersalah atas kekerasan terhadap mantan pacar, influencer Norwegia Nora Haukland, serta menyebabkan luka fisik serius terhadap pasangan lain. Ia ditangkap di apartemen perempuan tersebut di kawasan Frogner, Oslo, pada Agustus 2024.
Pengadilan membebaskannya dari dua tuduhan pemerkosaan lain, yang masing-masing terkait perempuan yang ditemuinya di hotel di Oslo pada November 2024 dan perempuan yang dikenalnya saat liburan di kepulauan Lofoten pada 2023. Høiby sendiri menyangkal seluruh empat tuduhan pemerkosaan itu.
Dalam putusannya, pengadilan juga menyatakan semua tuduhan pemerkosaan melibatkan perempuan yang saat kejadian sedang tidur atau dalam kondisi tidak berdaya. Salah satu korban baru mengetahui tahun lalu bahwa Høiby pernah merekam kejadian tersebut.
Tuntutan jaksa dan langkah banding
Jaksa penuntut meminta hukuman tujuh tahun tujuh bulan penjara, sedangkan tim pembela meminta hukuman 18 bulan. Tim pengacara Høiby juga memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan ini.
Pengacara pembela Petar Sekulic kembali meminta kliennya dibebaskan setelah putusan dibacakan. Rekan satu timnya, Ellen Holager Andenæs, mengatakan pihak pembela puas dengan vonis bebas atas dua dakwaan, tetapi lebih kritis terhadap aspek lain dalam putusan.
Sidang dimulai dengan ringkasan kesimpulan oleh hakim Jon Sverdrup Efjestad sebelum ia menjelaskan putusan setebal 128 halaman. Pengadilan kemudian memerintahkan Høiby membayar total 640.000 kroner sebagai kompensasi kepada empat perempuan, termasuk Nora Haukland yang menjadi satu-satunya perempuan yang identitasnya boleh disebut dalam perkara ini.
Dampak ke istana dan kondisi sang putri mahkota
Meski bukan anggota keluarga kerajaan, Høiby tumbuh di lingkungan istana setelah ibunya menikah dengan Putra Mahkota Haakon saat ia berusia empat tahun. Perkara ini pun ikut menyeret citra keluarga kerajaan secara lebih luas, sementara istana menyatakan tidak akan berkomentar atas putusan tersebut.
Situasi ini juga beririsan dengan kondisi kesehatan Mette-Marit yang disebut sangat sakit akibat fibrosis paru dan telah dimasukkan ke daftar tunggu transplantasi paru. Pengacaranya berulang kali meminta pembebasan Høiby dari tahanan agar ia bisa menghabiskan waktu bersama ibunya, tetapi permintaan itu sempat dikabulkan pengadilan distrik dan kemudian dibatalkan Mahkamah Agung.
Seorang koresponden kerajaan menilai putusan ini memengaruhi persepsi publik terhadap keluarga kerajaan, terlebih setelah muncul kembali sorotan atas hubungan pertemanan tiga tahun Mette-Marit dengan Jeffrey Epstein. Namun, perhatian kini disebut bergeser ke kondisi kesehatannya yang membayangi semuanya.
Peggy Simcic Brønn, profesor emerita di BI Norwegian Business School dan spesialis reputasi serta hubungan masyarakat, menyebut keluarga kerajaan sedang berada dalam krisis kelembagaan. Ia menilai cara terbaik menghadapi situasi itu adalah membiarkan proses hukum berjalan, sembari keluarga berupaya memperbaiki dampak reputasi yang ditinggalkan kasus ini.







