Serangan drone Rusia menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai dua lainnya di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut. Insiden ini terjadi ketika kereta penumpang yang menjadi target sedang mendekati garis akhir perjalanan panjangnya dari Chop, dekat perbatasan Slovakia dan Hongaria.
Kantor Kejaksaan Kharkiv melaporkan bahwa serangan menggunakan tiga drone serang tipe Shahed. Satu drone mengenai gerbong penumpang dan lokomotif, menyebabkan keduanya terbakar. Dua drone lainnya meledak di sekitar lokasi serangan, memperparah keadaan.
Serangan terjadi dekat kota Barvinkove, yang berbatasan dengan provinsi Donetsk. Kereta itu sebelumnya telah menempuh jarak sekitar 830 mil melewati kota Lviv. Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, dan perusahaan Kereta Api Ukraina mengonfirmasi jalur perjalanan kereta tersebut.
Kejaksaan menyebutkan bahwa kelompok “Tentara Ossetia” bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, belum jelas apakah yang dimaksud adalah pasukan Federasi Rusia yang ditempatkan di Ossetia Selatan atau milisi Ossetia Selatan yang telah mendukung separatis pro-Rusia di Donbas sejak 2014.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengutuk keras serangan ini. Ia menyatakan tidak ada alasan militer yang dapat membenarkan penyerangan terhadap warga sipil yang menaiki kereta api. Menurutnya, tindakan itu merupakan terorisme yang tidak bisa diterima oleh komunitas internasional.
Zelensky menulis di platform media sosial X bahwa di manapun serangan drone terhadap kereta penumpang sipil akan dikategorikan sebagai aksi teror. Ia menegaskan bahwa serangan tanpa alasan militer terhadap warga sipil harus ditolak oleh seluruh dunia, baik di Eropa, Amerika, maupun Asia.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Rusia yang lebih luas yang melibatkan minimal satu rudal balistik dan lebih dari 140 drone serang. Target serangan menyebar di beberapa wilayah Ukraina, termasuk Kryvyi Rih, Mykolaiv, Zaporizhzhia, Odesa, dan sekitar Kyiv.
Di dekat ibu kota Kyiv, dua warga dilaporkan meninggal akibat ledakan drone yang menghantam sebuah gedung apartemen di Bilohorodka. Serangan ini menyebabkan kebakaran hebat yang menghanguskan bagian bangunan.
Seorang jurnalis Radio Free Europe/Radio Liberty, Marian Kushnir, yang menjadi salah satu penghuni gedung, berusaha menyelamatkan seorang anak berusia 4 tahun dari apartemen yang terbakar. Sayangnya, ia gagal menyelamatkan ibu dan pasangan anak tersebut yang menjadi korban dalam insiden ini.
