Serangan Rusia menewaskan sepasang suami istri di dekat Kyiv, saat gelombang serangan terus melanda sejumlah kota di Ukraina. Serangan menggunakan drone dan rudal itu terjadi sehari setelah serangan mematikan terhadap kereta penumpang yang menewaskan lima orang, menjelang putaran baru pembicaraan damai yang dijadwalkan akhir pekan ini.
Korban perempuan yang tewas memiliki anak perempuan berusia empat tahun yang berhasil selamat dari serangan tersebut. Empat orang, termasuk dua anak-anak, dilaporkan meminta perawatan medis pasca serangan, menurut pejabat setempat.
Jurnalis Marian Kushnir, yang merupakan tetangga korban, menggambarkan kesedihan yang mendalam saat mengevakuasi anak perempuan tersebut. "Saat saya menggendongnya keluar, gadis itu menangis sangat keras dan mulai menggigil hebat," katanya kepada Radio Free Europe. Ia menyatakan ini adalah pengalaman paling menyakitkan yang pernah dirasakannya selama sepuluh tahun perang berlangsung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengutuk keras serangan yang menghantam blok apartemen di Kyiv serta serangan roket jarak pendek di area pemukiman sipil di kota Zaporizhzhia. Ia menyatakan Ukraina akan memberikan respons yang setimpal kepada Rusia atas serangan-serangan seperti ini.
Meskipun pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat berlangsung pekan lalu di Abu Dhabi, serangan oleh Rusia tetap intens dan terjadi bahkan sedang berlangsung saat ini. Kedua pihak saling menuduh satu sama lain menargetkan infrastruktur energi serta fasilitas sipil, walau keduanya membantah sengaja menyerang warga sipil.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan satu rudal balistik Iskander-M dan 146 drone selama serangan malam tersebut, dengan 103 di antaranya berhasil dijatuhkan. Di Kyiv, sebuah gedung apartemen bertingkat 17 mengalami kerusakan ringan di atap dan jendela pecah di lantai atas akibat serangan.
Serangan di Kota Lain
Selain Kyiv, Rusia juga menyerang berbagai lokasi lainnya seperti kota pelabuhan Odesa serta Zaporizhzhia dan Kryvyi Rih di selatan dan tengah Ukraina. Di Odesa, yang baru saja menetapkan hari berkabung setelah serangan drone yang menewaskan tiga orang, tiga orang lainnya terluka dalam serangan terbaru. Kepala administrasi militer kota tersebut, Serhiy Lysak, memberikan informasi terkait korban luka.
Otoritas Pelabuhan Laut Ukraina melaporkan pelabuhan Laut Hitam Pivdennyi juga diserang, namun tetap beroperasi normal. Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba menyatakan serangan tersebut merusak fasilitas manufaktur, lokomotif, dan hangar serta memicu kebakaran yang sedang dipadamkan. Serangan ini dianggap sebagai balasan atas serangan Kyiv terhadap kapal tanker minyak yang tak berizin yang mengarah ke Rusia.
Di Zaporizhzhia, serangan menyebabkan enam orang luka-luka dan merusak 14 gedung apartemen hingga menyebabkan pemadaman listrik sebagian. Gubernur Ivan Fedorov melaporkan kerusakan tersebut melalui kanal Telegram-nya.
Lebih jauh ke utara, di kota Kryvyi Rih, dua orang terluka akibat serangan rudal malam hari. Pejabat administrasi militer setempat, Oleksandr Vilkul, mengonfirmasi kerusakan signifikan pada fasilitas infrastruktur kota. Akibat serangan, sebanyak 243 bangunan di kota tersebut tidak memiliki pemanas.
Dampak pada Infrastruktur dan Warga Sipil
Selama musim dingin yang sangat dingin ini, Rusia terus menyerang jaringan listrik Ukraina. Serangan-serangan ini menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan dan ribuan warga kehilangan akses ke pemanas selama beberapa hari.
Presiden Zelenskiy menyampaikan bahwa upaya perbaikan masih berlangsung untuk mengembalikan pemanas bagi sekitar 700 blok apartemen di Kyiv, setelah serangan pekan lalu mematikan pemanas di sekitar 6.000 bangunan.
Serangan yang menyasar fasilitas sipil dan energi ini memperlihatkan eskalasi konflik yang terus berjalan menjelang pembicaraan damai. Walaupun ada tekanan internasional agar kedua pihak berdamai, serangan dan korban jiwa masih terus berlanjut. Pemerintah dan masyarakat Ukraina tetap waspada menghadapi serangan yang membahayakan keselamatan warga sipil dan infrastruktur vital negara.
