China Mobile, Perusahaan Telepon Terlarang AS karena Spionase, Diundang di KTT Bersama Sir Keir Starmer

China Mobile, perusahaan telekomunikasi milik negara yang pernah dilarang oleh Amerika Serikat karena tuduhan spionase, akan ikut dalam pertemuan tingkat tinggi bersama Sir Keir Starmer di Shanghai. Pertemuan ini digelar oleh China-UK Business Council, sebuah lembaga yang dibentuk pada 2018 demi mempererat hubungan bisnis antara Inggris dan China.

China Mobile dituduh oleh pemerintah AS membantu intelijen militer China dengan mengakses data dari pemerintahan asing. Pada 2021, perusahaan ini masuk dalam daftar sanksi AS sebagai bagian dari upaya modernisasi militer China yang dianggap mengancam keamanan nasional AS.

Kehadiran China Mobile di KTT Bisnis Inggris-China

Lebih dari 100 perusahaan akan menghadiri konferensi bisnis ini yang dipimpin oleh China-UK Business Council. Dalam pertemuan tersebut, Sir Keir Starmer akan bertemu para eksekutif perusahaan termasuk China Mobile, sekaligus dengan Rachel Reeves, Menteri Keuangan, dan Peter Kyle, Menteri Perdagangan dan Bisnis Inggris.

Sebelum menghadiri konferensi di Shanghai, Starmer juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, dan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing. Namun, kunjungan ini mendapat perhatian publik karena isu keamanan terkait dugaan peretasan telepon pejabat Downing Street oleh China.

Risiko Keamanan dan Pengaruh China

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) menilai China Mobile dan China Telecom sangat rentan terhadap pengaruh pemerintah China. Perusahaan ini bisa dipaksa menyerahkan data tanpa adanya pengawasan hukum dan peradilan independen. Selain itu, Undang-undang Intelijen Nasional China 2017 mengharuskan perusahaan untuk menyediakan data yang diminta oleh negara dalam kasus keamanan nasional.

Selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump, China Mobile termasuk lebih dari 30 perusahaan yang diblokir investasi Amerika sebagai langkah mencegah dukungan terhadap kegiatan militer dan spionase China. Perintah eksekutif tersebut menyoroti peran perusahaan dalam pengembangan senjata canggih dan tindakan siber berbahaya.

Tindakan Inggris terhadap Perusahaan Telekomunikasi China

Inggris sendiri dianggap lambat dalam mengambil langkah tegas terhadap perusahaan telekomunikasi China. Saat ini, hanya ZTE yang telah secara resmi dilarang beroperasi di Inggris dan Huawei sedang dalam proses pengurangan peran pada jaringan 5G nasional.

Namun, Huawei dan ZTE tetap menjadi anggota China-UK Business Council yang saat ini diaktifkan kembali saat kunjungan Starmer. Perusahaan besar lainnya yang di-sanction seperti China Telecom dan China Communications Construction Company juga menjadi anggota dewan tersebut.

Pengamanan Delegasi Inggris

Mengingat kekhawatiran keamanan, delegasi Inggris termasuk Starmer memilih meninggalkan perangkat pribadi mereka di rumah. Mereka menggunakan ponsel dan laptop sementara selama kunjungan. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko pengawasan atau serangan siber selama pertemuan dengan China.

Daftar Perusahaan yang Hadir

China Mobile dipastikan hadir bersama sejumlah perusahaan besar lainnya seperti:

  1. Bank of China
  2. China Construction Bank
  3. Industrial and Commercial Bank of China
  4. China Railway Rolling Stock Corporation
  5. China National Pharmaceutical
  6. BYD, produsen kendaraan listrik

Pertemuan ini diharapkan membuka peluang bisnis sekaligus menjadi panggung dialog politik di tengah ketegangan diplomatik antara Barat dan China.

Kunjungan dan dialog yang melibatkan perusahaan yang pernah disanksi AS ini menunjukkan dinamika kompleks antara kepentingan bisnis dan isu keamanan nasional. Inggris berupaya menyeimbangkan hubungan strategis dengan China tanpa mengesampingkan risiko dari kehadiran perusahaan yang diduga terlibat dalam aktivitas intelijen.

Exit mobile version