Laporan Baru: Korban Perang Rusia-Ukraina Bisa Capai 2 Juta Jiwa Hingga Musim Semi 2026

Laporan terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperingatkan bahwa jumlah korban gabungan dalam perang Rusia melawan Ukraina dapat mencapai 2 juta jiwa dalam beberapa bulan mendatang. Angka ini mencakup tentara yang tewas, terluka, atau hilang di kedua belah pihak sejak awal konflik.

CSIS mencatat Rusia mengalami kerugian terbesar dalam jumlah korban militer dibandingkan kekuatan besar manapun sejak Perang Dunia II. Diperkirakan Rusia menderita sekitar 1,2 juta korban, termasuk hingga 325.000 tentara yang tewas selama periode Februari 2022 hingga akhir 2025.

Kerugian Militer Ukraina dan Rusia

Laporan tersebut memperkirakan Ukraina, dengan angkatan perang dan populasi yang lebih kecil, telah mengalami antara 500.000 hingga 600.000 korban militer. Termasuk di dalamnya sekitar 140.000 tentara Ukraina yang meninggal dunia. Kesulitan memperoleh data resmi dari kedua belah pihak menyebabkan angka ini merupakan estimasi dari berbagai sumber independen.

Kremlin membantah keakuratan laporan tersebut, menyebutnya tidak dapat dipercaya dan menegaskan bahwa hanya Kementerian Pertahanan Rusia yang berwenang memberikan data tentang korban militer. Sementara itu, pemerintah Ukraina tidak segera memberikan komentar atas laporan ini.

Perang Kehabisan Sumber Daya

Selama perang, laporan media independen menunjukkan adanya upaya penekanan informasi tentang korban di dalam pemberitaan Rusia. Mediazona dan BBC berhasil mengidentifikasi setidaknya 160.000 nama tentara Rusia yang tewas dengan mengumpulkan data dari berbagai media dan situs pemerintah.

Meskipun Rusia mengklaim kemajuan di medan perang sejak 2024, laporan CSIS mengungkap bahwa perkembangan tersebut sangat lambat. Kecepatan maju pasukan Rusia hanya sekitar 15 hingga 70 meter per hari, jauh lebih lambat dibandingkan kampanye ofensif besar lain pada abad terakhir.

Situasi Front Perang dan Serangan Terbaru

Kondisi front perang masih keras dan penuh tekanan. Serangan-serangan Rusia terus terjadi, termasuk serangan roket dan drone ke wilayah Kyiv, Odesa, Kryvyi Rih, dan Zaporizhzhia. Dalam satu serangan di pinggiran Kyiv, dua warga sipil tewas dan sembilan lainnya terluka.

Ukraina melaporkan berhasil menepis sebagian besar serangan drone dengan teknologi perang elektronik, sementara Rusia mengaku menembak jatuh puluhan drone Ukraina di beberapa wilayah, termasuk semenanjung Krimea dan wilayah Krasnodar.

Konteks Strategis dan Militer

Perang ini kini memasuki perang posisi yang melelahkan bagi kedua pihak. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut sekitar 700.000 tentaranya terlibat aktif di Ukraina, angka yang sulit diverifikasi pihak luar. Analis menyatakan bahwa Putin tidak terburu-buru mencari penyelesaian konflik, meskipun pergerakan militer Rusia terhambat.

Laporan CSIS menyatakan bahwa kerugian yang dialami Rusia ini adalah yang paling besar dalam sejarah konflik militer modern. Jika tren korban terus berlanjut, total gabungan korban militer dari dua negara ini bisa mencapai 2 juta dalam waktu dekat.

Data dari beberapa sumber independen dan pemerintah memperkuat peringatan soal dampak besar dari konflik yang terus berlarut ini. Perang ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar dalam hal nyawa, tetapi juga merusak infrastruktur dan membawa penderitaan luas bagi penduduk sipil di kedua negara.

Informasi yang disajikan dalam laporan ini menjadi salah satu indikasi paling jelas tentang skala dan dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya dari konflik Rusia-Ukraina. Analisis lebih lanjut dan pengamatan terus dikembangkan untuk mengantisipasi jalannya perang yang masih jauh dari kata usai.

Exit mobile version