Anggaran badan SAR nasional Indonesia dipangkas meski frekuensi bencana meningkat. DPR memutuskan pengurangan dana sebesar 69,38 miliar rupiah atau sekitar 4,5% dari alokasi awal 1,55 triliun rupiah menjadi 1,48 triliun rupiah.
Pemangkasan ini dilakukan seiring upaya pemerintah menggeser anggaran ke prioritas lain, seperti program makan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan peningkatan belanja pertahanan. Meskipun demikian, banyak pihak menilai pemotongan dana untuk Basarnas tidak tepat di tengah tingginya risiko bencana di Indonesia.
Tantangan Bencana dan Kebutuhan Basarnas
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi. Dalam beberapa bulan terakhir, bencana seperti banjir dan longsor terus melanda berbagai wilayah. Contohnya, di Jawa Barat terjadi longsor yang menewaskan sedikitnya 34 orang dan membuat 32 lainnya hilang.
Bencana serupa juga terjadi di Sumatra pada akhir tahun lalu, di mana banjir akibat siklon dan longsor menewaskan 1.200 jiwa serta mengungsi lebih dari satu juta penduduk. Kondisi ini menunjukkan urgensi peningkatan kapasitas dan dukungan dana untuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Kondisi Basarnas dan Permintaan Perluasan Kantor
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyambut baik keputusan pemotongan anggaran, namun menegaskan pentingnya perbaikan sistem kerja dan kemampuan respons cepat. Ia mengusulkan agar setiap daerah di Indonesia memiliki kantor Basarnas sendiri guna mempercepat penanggulangan bencana.
Saat ini, Basarnas hanya memiliki 38 kantor yang tersebar di 38 provinsi, sementara Indonesia terdiri dari 514 daerah. Kekurangan kantor ini membuat respons terhadap bencana di daerah-daerah kecil dan terpencil menjadi kurang optimal.
Pandangan Komite DPR
Kendati menyadari adanya tekanan akibat rangkaian bencana yang melanda Indonesia, komite anggaran DPR tetap menyetujui pemotongan dana Basarnas. Wakil ketua komite, Ridwan Bae, mengakui kinerja Basarnas sangat baik, tetapi menegaskan kapasitas operasional mereka akan terhambat jika anggaran tidak memadai.
Rincian Pemotongan Anggaran untuk Basarnas
- Alokasi awal: 1,55 triliun rupiah
- Pengurangan: 69,38 miliar rupiah (4,5%)
- Anggaran akhir disetujui: 1,48 triliun rupiah
Pengurangan anggaran ini berasal dari rekomendasi Kementerian Keuangan dan selanjutnya mendapat persetujuan dari DPR.
Penyesuaian anggaran ini perlu menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana yang intens dan massif. Peningkatan cakupan layanan dan modernisasi peralatan Basarnas menjadi hal yang mendesak demi melindungi keselamatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
