Cuaca Buruk dan Kabut Tebal Hambat Tim Investigasi Menuju Lokasi Kecelakaan Pesawat di Pegunungan Kolombia

Penyelidik kecelakaan pesawat di Kolombia menghadapi kondisi cuaca buruk yang tebal dan berkabut untuk mencapai lokasi kecelakaan di pegunungan. Pesawat yang mengangkut 15 orang, termasuk seorang politikus dan calon legislatif, jatuh di wilayah pegunungan Andes bagian timur yang sulit dijangkau.

Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing badan pesawat yang dikelilingi semak dan lumpur. Kecelakaan ini terjadi di daerah terpencil bernama Curasica, yang berada di munisipalitas La Playa de Belen, menurut Menteri Perhubungan Maria Fernanda Rojas.

Warga lokal dan petani menjadi yang pertama tiba di lokasi kecelakaan sebelum tim penyelamat. Medan yang curam dan hutan lebat di sekitar lokasi sering kali menimbulkan tantangan besar, sehingga operasi pencarian menjadi sangat sulit. Cuaca yang berubah-ubah juga memperlambat akses tim penyelidik dan penyelamat.

Kolombia memiliki medan yang sulit dilalui, dengan pegunungan bersalju dan hutan lebat, sehingga banyak wilayah yang mengandalkan penerbangan kecil sebagai sarana transportasi utama. Pesawat kecil biasanya menghubungkan kota dan desa yang sulit dijangkau melalui jalan darat.

Penerbangan ini dilakukan oleh maskapai negara, Satena, dengan penerbangan dari kota perbatasan Cucuta menuju Ocana. Kontak dengan pesawat hilang beberapa saat sebelum dijadwalkan mendarat sekitar tengah hari. Penerbangan ini hanya memakan waktu sekitar 23 menit.

Menurut Kolonel Alvaro Bello, kepala penyelidikan kecelakaan dari Badan Penerbangan Sipil Kolombia, kondisi cuaca buruk tercatat terus-menerus di lokasi kejadian. Ini menjadi salah satu faktor utama yang kemungkinan menyebabkan kecelakaan.

Pasukan Angkatan Udara Kolombia pun dikerahkan untuk melakukan pencarian di daerah yang sulit tersebut. Data pelacakan penerbangan mengindikasikan pesawat mengalami kecelakaan pada ketinggian sekitar 1.700 meter di wilayah Norte de Santander.

Hingga kini, tujuh jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Gubernur Norte de Santander, William Villamizar, menyatakan hal ini kepada media lokal Semana. Korban termasuk Diogenes Quintero, anggota DPR Kolombia yang dikenal aktif di komunitasnya.

Presiden Gustavo Petro menyampaikan belasungkawa lewat ucapan resmi dan menyatakan solidaritas kepada keluarga korban. Quintero berasal dari partai yang menganggapnya sebagai sosok pemimpin yang sangat berdedikasi.

Daerah sekitar lokasi kecelakaan sebagian dikuasai oleh kelompok pemberontak ELN, yang membuat proses evakuasi dan penyelidikan bisa mengalami hambatan keamanan. Namun, upaya terus dilakukan demi mengungkap penyebab pasti insiden ini.

Berikut hal-hal penting terkait kecelakaan dan kondisi di lokasi:
1. Pesawat: Twin-propeller milik Satena, 15 penumpang termasuk dua kru.
2. Rute: Dari Cucuta ke Ocana, waktu tempuh 23 menit.
3. Lokasi kecelakaan: Desa Curasica, ketinggian 1.700 meter.
4. Kondisi cuaca: Kabut tebal dan cuaca buruk.
5. Tantangan lapangan: Medan berat dan kendala keamanan.
6. Korban: Tujuh jenazah ditemukan, termasuk politisi penting.
7. Bantuan: Angkatan Udara dikerahkan untuk pencarian.

Kecelakaan ini mengingatkan betapa pentingnya pengawasan penerbangan dan mitigasi risiko cuaca di wilayah dengan medan ekstrem. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan penyebab pasti dan langkah antisipasi yang harus diambil ke depan.

Exit mobile version