Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan kekhawatiran atas kondisi para atlet Iran di tengah gelombang kerusuhan yang melanda negara tersebut. IOC menegaskan tetap menjalin komunikasi aktif dengan komunitas Olimpiade Iran untuk memantau situasi terkini yang semakin memburuk.
Kerusuhan bermula dari protes kecil di Grand Bazaar Teheran yang kemudian meluas menjadi konflik besar. Aksi ini merupakan tantangan serius bagi rezim teokrasi Syiah Iran, yang paling parah sejak Revolusi Islam 1979. Pemerintah merespons dengan tindakan keras, termasuk pemutusan akses internet dan penggunaan kekuatan berlebih, yang menurut kelompok HAM telah menewaskan ribuan orang.
Data dari organisasi HAM berbasis di Amerika Serikat, HRANA, mencatat kematian mencapai 6.373 dan penangkapan lebih dari 42.000 orang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama bagi para atlet Iran yang rentan terdampak represi dan kekerasan politik.
IOC bersama dengan Federasi Olimpiade Musim Panas dan Federasi Olimpiade Musim Dingin menegaskan perhatian khusus terhadap keselamatan para atlet Iran. Mereka mengakui keterbatasan pengaruh langsung dalam urusan politik nasional atau internasional, namun menjanjikan dukungan lewat diplomasi olahraga yang bersifat penuh kehati-hatian.
Sejumlah laporan menyebut kasus tragis yang menimpa atlet muda Iran, seperti pegulat berusia 19 tahun, Shahab Fallahpour, yang tewas akibat tindakan aparat keamanan saat demonstrasi di kota Andimeshk. Organisasi United World Wrestling juga mendapat informasi terkait keamanan beberapa pegulat Iran dan menyatakan keprihatinan mendalam.
United World Wrestling menegaskan komitmennya melindungi para atlet dan menghormati nilai-nilai olahraga fundamental. Mereka terus mengupayakan informasi yang terpercaya dan bekerja mendukung keselamatan para atlet di tengah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berikut poin penting mengenai perhatian dunia olahraga terhadap situasi atlet Iran:
1. IOC dan federasi olimpiade global menjaga komunikasi dengan komunitas olahraga Iran.
2. Kekerasan dan penindasan pemerintah telah menimbulkan korban jiwa dan penangkapan besar-besaran.
3. Atlet Iran menghadapi risiko besar terhadap keselamatan dan kebebasan mereka.
4. Organisasi olahraga internasional memberikan dukungan lewat jalur diplomasi olahraga.
5. Kasus kematian dan keamanan atlet menjadi sorotan utama berbagai organisasi olahraga.
IOC dan badan olahraga internasional terus memantau perkembangan secara intensif. Mereka berharap situasi ini dapat segera membaik sehingga para atlet Iran dapat menjalankan aktivitas mereka dengan aman tanpa tekanan atau ancaman. Meski terbatas oleh kondisi politik, upaya pelibatan olahraga sebagai alat diplomasi damai tetap dijalankan dengan penuh perhatian dan kewaspadaan.







