Waymo Siap Luncurkan Robotaxis Tanpa Pengemudi Pertama di London Tahun 2026, Tunggu Aturan AV Act

Author: Qoo Media

Waymo, perusahaan mobil swakemudi asal AS, tengah bersiap meluncurkan layanan robotaksi tanpa pengemudi di London tahun ini. Ini akan menjadi langkah pertama Waymo memasuki pasar Eropa setelah sebelumnya berekspansi di beberapa kota di Amerika Serikat.

Peluncuran tersebut bergantung pada implementasi Undang-Undang Automated Vehicles (AV) yang baru di Inggris. Pemerintah Inggris menegaskan kendaraan swakemudi harus melalui serangkaian uji ketat untuk memastikan setidaknya sama aman dan cekatan seperti pengemudi manusia sebelum boleh beroperasi di jalan umum.

Menurut pemerintah, industri kendaraan swakemudi dapat menciptakan ribuan lapangan kerja dan menyumbang miliaran poundsterling ke ekonomi Inggris pada tahun 2035. Menteri Transportasi Lokal, Lillian Greenwood, memberikan dukungan atas rencana Waymo tersebut melalui media sosial.

Greenwood menilai layanan penumpang otomatis ini adalah bentuk kepercayaan terhadap Undang-Undang AV dan berpotensi meningkatkan keselamatan jalan serta aksesibilitas transportasi. Saat ini, Waymo sudah mengoperasikan puluhan kendaraan di London dengan pengemudi keamanan hadir selama proses pemetaan dan pengumpulan data.

Waymo menggandeng Jaguar Land Rover sejak 2018 untuk mengembangkan mobil listrik swakemudi. Nicole Gavel, kepala pengembangan bisnis global Waymo, menyampaikan pihaknya akan bekerja sama dengan mitra lokal dalam beberapa bulan ke depan untuk membangun infrastruktur dan sumber daya manusia yang mendukung layanan ini.

Waymo juga fokus pada transparansi dan keamanan agar warga London nyaman mencoba robotaksi tersebut. Layanan ini dihadapkan dengan persaingan dari perusahaan lain, seperti Uber yang bekerja sama dengan startup Inggris Wayve, serta Baidu dari China yang akan meluncurkan robotaksi lewat aplikasi Lyft.

Namun, tak semua pihak menyambut positif. Steve McNamara, sekretaris jenderal Licensed Taxi Drivers Association yang mewakili lebih dari 10.000 pengemudi taksi tradisional London, mempertanyakan tingkat otonomi robotaksi. Ia mencatat masih adanya operator manusia yang siap mengambil alih kendali jika terjadi masalah.

McNamara juga mengungkapkan keraguan soal pengelolaan barang tertinggal, penanganan penumpang sakit, dan perubahan rute dalam layanan robotaksi. Selain itu, ia meragukan kelangsungan model bisnis yang diusung oleh kendaraan tanpa pengemudi ini.

Dengan persiapan matang dan regulasi yang mendukung, Waymo berambisi merevolusi transportasi perkotaan di London. Pengujian dan peluncuran robotaksi ini berpotensi menjadi titik balik bagi teknologi kendaraan otonom di Eropa, sambil menghadirkan tantangan baru bagi industri transportasi tradisional.

Terbaru