Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya terkait risiko infeksi virus Nipah di India. Peringatan ini muncul menyusul adanya kasus terkonfirmasi virus Nipah di Kolkata, Benggala Barat.
Jepang mengimbau warga yang berada atau hendak berpergian ke India untuk menerapkan langkah pencegahan secara ketat. Imbauan tersebut berfokus pada kebersihan tangan, menghindari kontak dengan hewan, serta berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman.
Warga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar, sebagai salah satu sumber utama penularan. Jika gejala seperti demam, sakit kepala, mual, pusing, atau perubahan kesadaran muncul, harus segera mendapatkan penanganan medis.
Di India, otoritas setempat sedang berupaya mengendalikan wabah virus Nipah yang telah menginfeksi lima orang dan membuat sekitar 100 orang dikarantina. Virus Nipah tergolong sangat berbahaya dan belum ditemukan obat atau vaksinnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia. Virus ini menyebar terutama melalui kelelawar dan rubah terbang yang menjadi reservoir alami.
Penularan pada manusia biasanya terjadi lewat konsumsi buah yang tercemar air liur hewan yang terinfeksi. Hewan peliharaan juga dapat menjadi perantara virus Nipah.
India sendiri telah menghadapi empat wabah virus Nipah sebelumnya pada 2001, 2007 di Benggala Barat, serta di Kerala pada 2018 dan 2019. Pengalaman ini menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran virus Nipah.
Berikut langkah pencegahan yang disarankan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang:
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
2. Hindari kontak langsung dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang berpotensi menjadi penular.
3. Pilih dan siapkan makanan serta minuman dengan cermat, hindari produk yang mungkin terkontaminasi kelelawar.
4. Segera konsultasi medis jika mengalami demam atau gejala ringan yang mengarah pada infeksi Nipah.
Peringatan dari Jepang ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat internasional untuk tetap waspada. Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, sehingga deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci utama dalam menangani wabah ini.
Pemantauan ketat dan langkah pencegahan di daerah terjangkit terus dilakukan untuk mengurangi risiko penularan lebih luas. Semua pihak, khususnya yang melakukan perjalanan ke India, perlu mengikuti anjuran resmi guna melindungi diri dan orang lain.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id






