Pasar Dekat Kamp Nuseirat Diserang Israel, 8 Warga Palestina Tewas saat Gencatan Senjata

Sedikitnya delapan warga Palestina tewas setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza bagian tengah, pada Jumat (17/7/2026). Serangan itu terjadi ketika gencatan senjata tahap pertama antara Israel dan Hamas masih diberlakukan.

Selain korban meninggal, sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di area pasar tersebut. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Kompleks Medis Al-Awda untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban Dibawa ke Kompleks Medis Al-Awda

Pengelola Kompleks Medis Al-Awda menyatakan fasilitas itu menerima korban tewas dan korban luka setelah serangan Israel mengenai pasar di sekitar kamp Nuseirat. Pernyataan tersebut menempatkan lokasi serangan di dekat kawasan kamp pengungsi di Jalur Gaza bagian tengah.

“Delapan korban tewas dan 20 korban luka dibawa ke Kompleks Medis Al-Awda setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat kamp Nuseirat,” demikian pernyataan fasilitas kesehatan tersebut. Informasi mengenai serangan dan jumlah korban itu dilaporkan www.liputan6.com.

Periode atau PeristiwaKorban TewasKorban Luka
Serangan pasar dekat Kamp Nuseirat8 orang20 orang
Sejak gencatan senjata diberlakukanLebih dari 1.000 orangSekitar 3.200 orang
Sejak konflik memanas pada 7 Oktober 2023Lebih dari 73.000 orangLebih dari 173.000 orang

Serangan di dekat Kamp Pengungsi Nuseirat menambah daftar korban yang dilaporkan otoritas Palestina selama masa gencatan senjata. Otoritas tersebut menyebut serangan Israel masih terjadi di berbagai wilayah Gaza meski kesepakatan penghentian tembak telah berjalan.

Gencatan senjata tahap pertama antara Israel dan Hamas disepakati pada 9 Oktober 2025. Kesepakatan itu dimediasi oleh Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.

Perjanjian tersebut didasarkan pada rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gencatan senjata mulai berlaku sehari setelah kesepakatan dicapai.

Israel Tetap Menguasai Lebih dari Separuh Gaza

Berdasarkan ketentuan kesepakatan, pasukan Israel mundur ke garis yang dikenal sebagai Yellow Line. Namun, Israel tetap mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Situasi itu menjadi latar ketika serangan dilaporkan masih berlangsung di sejumlah lokasi di Gaza. Otoritas Palestina mencatat lebih dari 1.000 warga Palestina tewas sejak Gencatan Senjata Israel Hamas mulai diberlakukan.

Dalam periode yang sama, sekitar 3.200 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Angka tersebut mencakup laporan korban setelah kesepakatan tahap pertama mulai berjalan.

Jumlah korban keseluruhan sejak konflik kembali memanas pada 7 Oktober 2023 juga terus menjadi perhatian. Otoritas Palestina mencatat angka kematian telah melampaui 73.000 orang.

Lebih dari 173.000 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka sejak periode tersebut. Data itu menunjukkan besarnya dampak konflik terhadap penduduk Gaza, termasuk warga yang berada di sekitar kamp pengungsi.

Serangan Terjadi di Tengah Kesepakatan Tahap Pertama

Kesepakatan gencatan senjata tahap pertama dimaksudkan mengatur situasi setelah Israel menarik pasukannya ke Yellow Line. Meski demikian, kontrol Israel atas lebih dari separuh wilayah Gaza tetap berlangsung menurut ketentuan yang disebut dalam perjanjian.

Serangan Israel di pasar dekat Nuseirat memperlihatkan adanya laporan kekerasan yang tetap muncul selama masa gencatan senjata. Korban dari serangan itu seluruhnya dibawa ke Kompleks Medis Al-Awda, menurut pengelola fasilitas kesehatan tersebut.

Otoritas Palestina tetap melaporkan angka korban secara terpisah untuk periode setelah gencatan senjata dan sejak konflik memanas pada Oktober 2023. Serangan terbaru di dekat pasar Nuseirat menewaskan delapan orang serta melukai sedikitnya 20 orang.

Source: www.liputan6.com
Terkait