Sedikitnya 28 warga Palestina, termasuk enam anak-anak dan beberapa petugas polisi, tewas dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak dini hari. Serangan ini terjadi sehari sebelum perbatasan Rafah dijadwalkan dibuka kembali, yang menjadi akses penting menuju Mesir.
Satu serangan udara Israel menimpa tenda penampungan pengungsi di wilayah Mawasi, barat laut kota Khan Younis, menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak-anak. Jenazah para korban dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis untuk penanganan lebih lanjut.
Serangan lain terjadi di Kota Gaza, dimana setidaknya lima warga termasuk tiga anak-anak meninggal dunia akibat serangan udara di sebuah gedung apartemen di lingkungan Remal. Warga setempat menggambarkan ledakan besar yang menghasilkan awan debu gelap dan mengguncang area pemukiman tersebut.
Selain itu, delapan warga mengalami luka-luka dari serangan udara yang menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Daraj, Kota Gaza. Dalam laporan, meskipun terdapat peringatan evakuasi, sebuah bangunan di Khan Younis hancur total akibat serangan jet tempur Israel.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, total korban tewas oleh tindakan militer Israel mencapai 524 selama periode gencatan senjata yang mulai diberlakukan sejak 10 Oktober. Angka ini mencerminkan situasi yang masih sangat genting dan membahayakan warga sipil.
Pembukaan Perbatasan Rafah
Perbatasan Rafah, yang merupakan titik utama penghubung Gaza dengan Mesir, dikabarkan akan dibuka kembali setelah hampir delapan bulan ditutup sejak Mei. Pembukaan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Namun, Israel membatasi pergerakan warga yang boleh melintasi perbatasan hanya bagi mereka yang sudah mendapat izin keamanan. Bantuan kemanusiaan dan suplai logistik tidak akan diperbolehkan masuk melalui titik ini.
Penduduk yang diizinkan kembali hanyalah mereka yang pernah melarikan diri dari Gaza dalam dua tahun terakhir, sementara individu yang lahir di luar Jalur Gaza tetap dilarang masuk kembali. Hamas mengecam pembatasan ini dan menuntut agar pergerakan berlangsung tanpa hambatan sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Data Dampak Konflik
Perang ini telah menyebabkan lebih dari 71.600 warga Palestina meninggal dunia sejak awal Oktober tahun lalu, sebuah angka yang menunjukkan tingkat kekerasan dan dampak luas dari konflik ini. Organisasi kemanusiaan internasional terus mengawasi perkembangan situasi di Gaza.
Berikut adalah rangkuman data korban dan serangan terkini di Jalur Gaza:
- Total korban tewas: 28 (termasuk 6 anak-anak, beberapa petugas polisi) sejak dini hari terakhir.
- Lokasi serangan:
- Mawasi, Khan Younis (7 tewas, 3 anak-anak)
- Remal, Kota Gaza (5 tewas, 3 anak-anak)
- Daraj, Kota Gaza (8 luka-luka)
- Total korban tewas sejak 10 Oktober: 524 warga Palestina.
- Jumlah korban jiwa sejak awal konflik: lebih dari 71.600.
Situasi di Gaza tetap kritis dengan korban sipil yang terus bertambah. Penanganan kemanusiaan dan pemantauan situasi internasional menjadi sangat penting dalam beberapa hari ke depan. Perbatasan Rafah yang segera dibuka diharapkan dapat memberi sedikit ruang gerak terhadap blokade yang selama ini menyulitkan warga.
Sampai saat ini, solusi jangka panjang untuk konflik ini masih sulit ditemukan, sementara warga Palestina menghadapi risiko tinggi akibat aksi militer yang berkelanjutan. Bantuan internasional dan mediasi diplomatik menjadi kunci untuk mengurangi dampak kemanusiaan yang semakin memburuk.





