Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali mengungkap dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026. Dokumen tersebut menyebut nama Donald Trump ratusan kali dalam konteks kasus kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Donald Trump diketahui pernah berteman dengan Epstein, meskipun Trump menegaskan hubungan itu telah berakhir bertahun-tahun lalu. Ia juga menyatakan tidak mengetahui aktivitas kriminal Epstein selama pertemanan mereka berjalan.
Isi Dokumen dan Tuduhan yang Muncul
Dokumen terbaru menyertakan daftar yang disusun FBI pada tahun sebelumnya. Daftar ini mengandung berbagai tuduhan pelecehan seksual terhadap Trump, Epstein, dan beberapa tokoh publik lain. Banyak tuduhan berasal dari laporan masyarakat ke National Threat Operations Center dan cenderung tidak disertai bukti valid.
Meskipun demikian, Trump konsisten membantah semua tuduhan. Ia belum pernah didakwa terkait kejahatan yang berhubungan dengan Epstein. Departemen Kehakiman menyatakan bahwa beberapa klaim dalam dokumen bersifat tidak benar dan sensasional, terutama yang muncul sebelum pemilu 2020.
Besarnya Jumlah Referensi Nama Trump
Pencarian nama Donald Trump di situs dokumen Epstein yang dikelola Departemen Kehakiman menghasilkan lebih dari 1.800 hasil. Referensi itu terus bertambah karena ada banyak catatan berita lama, komentar Epstein, dan interaksi dengan jurnalis serta tokoh seperti Steve Bannon.
Banyak penyebutan tentang Trump berupa artikel berita yang Epstein bagikan dan pembicaraan pribadi. Ini menunjukkan keterkaitan sosial dan politik antara kedua tokoh, bukan bukti keterlibatan dalam kejahatan seksual.
Proses Peninjauan Dokumen dan Sikap Pemerintah
Jaksa Agung Departemen Kehakiman AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa Gedung Putih tidak terlibat dalam proses peninjauan dokumen. Mereka tidak mengawasi, memilih, atau melakukan sensor terhadap dokumen yang dirilis.
Pernyataan resmi Gedung Putih juga menguatkan posisi Trump yang menyangkal seluruh tuduhan tersebut. Mereka menganggap tuduhan yang muncul sebagai bagian dari upaya politik yang tidak berdasar.
Konsekuensi dan Dampak Kasus Terhadap Trump
Meskipun diseret dalam skandal besar ini, Trump belum menghadapi proses hukum apapun terkait kasus Epstein. Kasus tersebut lebih banyak menyoroti jaringan elite global dan bagaimana kekuasaan dan uang digunakan untuk menutupi kejahatan mereka.
Kasus Epstein tetap menjadi perhatian utama publik dan media di Amerika Serikat. Rilis dokumen yang terus berlanjut membuka peluang bagi pengungkapan fakta baru, termasuk peran berbagai tokoh penting.
Untuk saat ini, penyebutan nama Trump secara intensif dalam dokumen ini lebih menunjukkan kedekatan sosial dan politiknya dengan Epstein, bukan bukti keterlibatan langsung dalam kejahatan seksual. Pemerintah AS mengimbau agar publik bersikap hati-hati menyikapi klaim-klaim yang belum jelas kebenarannya.
