Iran merilis foto-foto yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah upaya untuk menunjukkan kekuatan dan meningkatkan semangat militer yang tengah mengalami tekanan. Foto-foto ini muncul setelah Khamenei beberapa minggu tidak tampil di publik, dan memperlihatkannya sedang berdoa di makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Menurut kelompok oposisi yang berada di luar Iran, gambar-gambar tersebut bukan untuk menenangkan masyarakat tetapi lebih untuk menguatkan moral pasukan keamanan yang mulai melemah. Ali Safavi, pejabat senior Dewan Perlawanan Nasional Iran, menilai foto-foto ini sebagai propaganda murni yang ditujukan untuk memperlihatkan bahwa Khamenei tidak takut mati sekaligus membangkitkan semangat para pasukan yang demoralized.
Tekanan yang Dihadapi Pasukan Pengawal Revolusi (IRGC)
IRGC menjadi tulang punggung kekuasaan rezim Iran, namun saat ini menunjukkan tanda-tanda ketegangan setelah berminggu-minggu menekan aksi protes berskala nasional. Safavi mengatakan rezim menggunakan citra Khamenei ini untuk memproyeksikan kekuatan dan mendukung kekuatan represif mereka. Namun, di balik layar, tekanan besar tetap menghantui karena keteguhan rakyat yang menolak menunduk kepada rezim.
Penggunaan foto dan performa publik ini juga bertepatan dengan seruan Parlemen Eropa yang mendesak supaya IRGC diklasifikasikan sebagai organisasi teroris. Safavi menegaskan bahwa disintegrasi IRGC hanya mungkin terjadi apabila terjadi perubahan mendasar dalam distribusi kekuatan, dengan hadirnya perlawanan terorganisir di lapangan. Pada saat itulah, pembelotan di tingkat militer bawah akan menjadi berarti.
Reaksi Iran dan Solidaritas IRGC
Iran menanggapi langkah Parlemen Eropa tersebut dengan kemarahan yang besar. Para anggota parlemen Iran tampil menggunakan seragam IRGC dalam sebuah pertunjukan solidaritas yang terencana dengan matang. Spanduk bertuliskan “Pengawal Revolusi adalah organisasi anti-terorisme terbesar di dunia” dipajang di podium, sementara bendera IRGC juga ditonjolkan. Aksi ini menegaskan betapa kuatnya peran IRGC dalam berbagai aspek kekuasaan di Iran.
Lebih dari setengah anggota parlemen yang menunjukkan solidaritas ini adalah mantan komandan IRGC. Kelompok militer ini tidak hanya mengontrol sektor keamanan, tetapi juga mendominasi perekonomian serta berbagai cabang pemerintahan termasuk eksekutif, legislatif, yudikatif, dan bahkan institusi pendidikan.
Ancaman Terhadap Amerika Serikat dan Kawasan
Setelah Amerika Serikat mengirimkan kelompok tempur laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah Timur Tengah, Khamenei memperingatkan bahwa setiap aksi militer akan memicu konflik regional yang lebih luas. Khamenei menegaskan bahwa Iran bukanlah pihak yang memulai perang, tetapi jika Amerika menyerang atau merugikan Iran, bangsa Iran akan memberikan pukulan keras dan perang yang dimulai oleh Amerika akan menyebar di seluruh kawasan.
Presiden Amerika Serikat saat itu mengatakan bahwa jika Iran tidak mau berunding soal program nuklirnya, dunia akan segera mengetahui apakah peringatan Khamenei benar. Ali Safavi juga menekankan bahwa melakukan bisnis dengan Iran berarti berurusan dengan IRGC, karena militer ini adalah rezim itu sendiri, bahkan termasuk kalangan ulama.
Foto-foto yang dipentaskan ini menggambarkan upaya rezim Iran untuk menyembunyikan retak dalam tubuh IRGC dan menampilkan citra kekuatan yang mungkin mulai goyah. Meskipun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perlawanan rakyat dan tekanan internasional semakin berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.







