Ketegangan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu kembali mencuat setelah Israel melancarkan serangan udara di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 17 warga. Di saat yang sama, Trump menyebut perundingan damai Amerika Serikat dengan Iran sudah masuk fase akhir, sehingga sikap Israel dinilai berpotensi memperumit arah diplomasi Washington di Timur Tengah.
Pernyataan Trump itu muncul ketika eskalasi di Lebanon terus meluas dan memunculkan pertanyaan baru soal sejauh mana koordinasi AS-Israel masih berjalan seirama. Serangan Israel disebut terjadi hanya beberapa jam setelah Trump menegaskan kesepakatan dengan Iran hampir tercapai, lalu memicu kesan adanya perbedaan pendekatan antara Gedung Putih dan pemerintahan Netanyahu.
Serangan Israel di Lebanon memicu korban sipil baru
Militer Israel melancarkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon dan menewaskan sedikitnya 17 orang warga. Operasi itu juga membuat ribuan penduduk mengungsi, sementara kawasan Tyre menjadi salah satu titik yang paling terdampak.
Sebelum serangan berlangsung, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran di Kota Tyre. Seluruh warga, termasuk mereka yang berada di kawasan Kristen yang selama ini menjadi tempat perlindungan pengungsi, diminta segera meninggalkan wilayah tersebut.
Badan berita resmi Lebanon melaporkan serangan udara di kawasan al-Masaken, Tyre, menewaskan delapan orang dan melukai 35 lainnya. Di antara korban luka itu terdapat tiga anak, yang menunjukkan besarnya dampak serangan terhadap warga sipil.
Serangan terpisah di wilayah el-Buss menambah korban tiga orang tewas dan sembilan luka-luka. Dalam beberapa hari terakhir, Tyre memang menjadi target berulang serangan Israel, sehingga situasi keamanan di kawasan itu makin memburuk.
Pernyataan Trump soal Iran menambah dimensi baru
Di tengah ledakan konflik di Lebanon, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran sudah berada pada tahap akhir. Ia menyampaikan keyakinan itu kepada wartawan dengan menyebut, “Kami berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat baik.”
Trump juga menambahkan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka setelah penandatanganan kesepakatan, yang menurut perkiraannya bisa terjadi dalam dua hingga tiga hari. Ia menilai tekanan melalui blokade laut lebih efektif daripada serangan militer dalam mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
Pernyataan itu menjadi penting karena muncul bersamaan dengan langkah militer Israel yang justru meningkatkan panasnya situasi regional. Ketika AS mencoba mendorong jalur diplomasi dengan Iran, Israel tetap menempuh operasi militer yang berisiko menambah eskalasi.
Arah kebijakan Israel dan respons Netanyahu
Di sisi lain, Netanyahu menegaskan Israel tetap memiliki hak untuk membela diri. Ia menyatakan, “Israel memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri, dan kami akan melakukannya sesuai kebutuhan,” seperti dilansir dari Ynet.
Pernyataan itu menunjukkan Israel tidak berniat menghentikan operasi militernya di Lebanon selatan. Meski kedua pihak sempat menyatakan akan menghentikan serangan, Israel menegaskan operasi akan terus berlanjut sesuai penilaian keamanan mereka.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya jarak pandang antara Trump dan Netanyahu. Bagi Trump, jalur kesepakatan dengan Iran tampak menjadi prioritas, sedangkan Israel masih mengandalkan tekanan militer sebagai alat utama untuk menghadapi ancaman di kawasan.
Eskalasi meluas ke banyak wilayah Lebanon
Serangan Israel tidak hanya menghantam Tyre, tetapi juga menyebar ke sejumlah wilayah lain di Lebanon. Serangan dilaporkan terjadi di Habboush, Adshit, dan Kfar Reman, sehingga memperluas cakupan kerusakan dan korban jiwa.
Selain itu, dua warga Suriah tewas dalam rentetan serangan di antara Ansariyeh dan Adloun, distrik Sidon. Rangkaian serangan ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak lagi terbatas pada satu wilayah, melainkan menyebar ke berbagai titik dalam waktu singkat.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban sejak konflik meningkat pada awal Maret telah mencapai 3.666 orang tewas dan lebih dari 11.000 luka-luka. Pemerintah Lebanon juga menyebut ribuan serangan udara Israel telah menghancurkan sejumlah wilayah dan desa.
Iran ikut memberi peringatan keras
Ketegangan itu kian rumit setelah serangan Israel ke Beirut pada Minggu memicu balasan rudal Iran ke wilayah utara Israel. Situasi tersebut membuat ancaman konflik regional meluas dan menambah tekanan pada upaya diplomasi yang sedang dibicarakan Washington.
Iran memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut Amerika Serikat ikut bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi.
Pernyataan itu menempatkan AS dalam posisi sensitif, karena dorongan diplomasi dengan Iran berjalan berdampingan dengan konflik bersenjata yang melibatkan sekutu dekat Washington, Israel. Di tengah kondisi seperti itu, hubungan Trump dan Netanyahu tampak memasuki babak baru yang lebih tegang dan penuh kepentingan strategis yang saling berbenturan.
Source: www.suara.com






