Presiden China Xi Jinping menegaskan pentingnya dunia multipolar yang setara dan tertib saat bertemu dengan Presiden Uruguay Yamandu Orsi di Beijing. Pertemuan ini menandai kunjungan perdana pemimpin Amerika Selatan ke ibu kota China sejak operasi militer AS di Venezuela awal tahun ini.
Dalam pertemuan tersebut, Xi menyatakan dukungan China terhadap kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia. Ia menilai kerja sama kedua negara harus mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif serta saling menguntungkan.
Kerja Sama Strategis China-Uruguay
China dan Uruguay menandatangani deklarasi untuk memperdalam kemitraan strategis mereka. Selain itu, terdapat 12 dokumen kesepakatan yang mencakup bidang sains, teknologi, lingkungan, hak kekayaan intelektual, dan perdagangan daging.
Presiden Uruguay mengungkapkan bahwa hubungan strategis dengan China sedang berada pada “momentum terbaik” dan mengajak kedua negara untuk meningkatkan kemitraan ke level yang lebih tinggi. Kunjungan yang berlangsung hingga minggu depan ini juga melibatkan delegasi bisnis yang akan mengunjungi kawasan komersial Shanghai.
Peran di Kancah Global dan Regional
Xi menyampaikan keinginan China untuk bekerja sama dengan Uruguay dan negara-negara kawasan guna membentuk komunitas masa depan bersama China-Amerika Latin. China memberikan dukungan penuh kepada Uruguay yang kini memimpin presidensi bergilir Kelompok 77+, dengan tujuan memperkuat solidaritas negara-negara Global Selatan.
Presiden Xi menyoroti dinamika dunia yang sedang mengalami perubahan besar dengan situasi internasional yang kompleks serta dominasi unilateral yang meningkat. Menurutnya, China selalu menganggap hubungan dengan Amerika Latin sebagai prioritas strategis.
Dinamika Perdagangan dan Investasi
China menjadi tujuan utama ekspor produk pertanian Uruguay pada tahun 2025, termasuk pulp kayu, kedelai, dan daging sapi. Pada enam bulan pertama tahun yang sama, Uruguay mencatat surplus perdagangan sebesar 187,1 juta dolar AS terhadap China.
Sebaliknya, Uruguay mengimpor barang-barang seperti mesin, elektronik, dan bahan kimia dari China. Para ahli menganggap bahwa selain perdagangan daging dan kedelai, peluang ekspor produk susu dan jasa juga memiliki potensi pengembangan yang signifikan.
Konteks Geopolitik dan Tantangan
Kunjungan Presiden Uruguay ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian AS terhadap Amerika Latin dan kekhawatiran terhadap keterlibatan China di kawasan tersebut. Para analis menilai bahwa tindakan AS di Venezuela membuat China dan negara-negara Amerika Latin semakin berhati-hati terhadap potensi intervensi Amerika Serikat.
Pakar dari Universitas Rakyat Katolik Chili menilai bahwa kunjungan ini menunjukkan bahwa negara-negara Amerika Selatan masih berkeinginan untuk memperkuat hubungan dengan China. Namun, pola keterlibatan Uruguay dengan Beijing tetap akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik regional yang berkembang.
China dan Uruguay kini berada dalam fase baru kemitraan yang berpotensi memperkuat posisi kedua negara di panggung global. Upaya bersama untuk membangun tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan saling menguntungkan menjadi fokus utama dalam dialog bilateral dan kerja sama lintas sektor ke depan.







