Xi Jinping dan Pemimpin Uruguay Sepakati Dunia Multipolar Setara untuk Kerjasama Ekonomi Global

Author: Qoo Media

China dan Uruguay memperkuat kerja sama dengan menekankan pentingnya dunia multipolar yang adil dan teratur. Presiden China, Xi Jinping, menyatakan hal itu saat menerima kunjungan Presiden Uruguay, Yamandu Orsi, di Beijing.

Xi menegaskan perlunya membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. Ia juga mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif dan menguntungkan semua pihak secara universal.

Kunjungan Orsi menjadi yang pertama oleh kepala negara Amerika Selatan ke ibukota China sejak ketegangan geopolitik meningkat di kawasan tersebut. Pada Januari, Amerika Serikat melakukan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Dalam pernyataannya, Orsi menyebut kunjungannya bertujuan memberdayakan Uruguay secara global. Ia berharap kunjungan ini membuka peluang bisnis, investasi, dan pengembangan sektor ekonomi negara tersebut.

Dalam rombongan yang dipimpin Orsi terdapat sekitar 150 anggota, termasuk pelaku usaha. Kunjungan ini berlangsung hingga awal Februari dan juga mencakup kota komersial Shanghai.

Pengamat geopolitik menilai kunjungan ini sangat signifikan bagi China. Profesor Francisco Urdinez dari Pontifikal Katolik Universitas Chili mengatakan bahwa kehadiran Orsi di Beijing menunjukkan minat negara-negara Amerika Selatan tetap tinggi untuk menjalin hubungan dengan China.

Hubungan dagang antara China dan Uruguay sangat erat, terutama di bidang ekspor produk agrikultur. Pada paruh pertama tahun ini, Uruguay mencatat surplus perdagangan sebesar 187,1 juta dolar AS dengan China.

Produk ekspor utama Uruguay meliputi pulp kayu, kedelai, dan daging sapi. Sementara itu, China memasok mesin, elektronik, dan bahan kimia ke Uruguay secara signifikan.

Rangkaian kunjungan pejabat tinggi dari negara-negara Barat ke China juga semakin intensif sepanjang tahun ini. Beberapa tamu penting termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, serta Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo.

Kunjungan-kunjungan tersebut menegaskan posisi strategis China di panggung global. Secara bersamaan, Beijing berupaya membangun hubungan erat dengan berbagai blok geopolitik, termasuk Amerika Latin, guna memperkuat pengaruhnya dalam tatanan dunia yang sedang berubah.

Dengan latar belakang ini, kolaborasi China dan Uruguay diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antar negara dari belahan dunia yang berbeda dapat memajukan kestabilan dan kemakmuran global secara bersama.

Terbaru