Berbagai foto yang mengklaim menampilkan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, bersama dengan tokoh kontroversial Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell beredar luas di media sosial. Foto-foto tersebut ternyata adalah hasil buatan kecerdasan buatan (AI) dan bukan dokumentasi nyata.
Sumber gambar tersebut berasal dari sebuah akun di platform X yang menyatakan dirinya sebagai akun parodi. Foto-foto itu memiliki watermark digital yang menandakan bahwa semua gambar dibuat atau diedit menggunakan teknologi AI. Hal ini muncul setelah dirilisnya sejumlah dokumen baru terkait kasus Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Fakta di Balik Foto-Foto AI
Gambar yang beredar menunjukkan Mamdani sebagai anak-anak dan ibunya, Mira Nair, seorang pembuat film terkenal. Dalam satu gambar, mereka berdiri bersama Maxwell, Epstein, mantan Presiden Bill Clinton, pendiri Amazon Jeff Bezos, dan pendiri Microsoft Bill Gates di sebuah jalan kota pada malam hari. Gambaran ini salah kaprah karena Mamdani tampak seperti remaja, sementara ia berusia 18 tahun pada tahun 2009 saat acara setelah pemutaran film yang disebut-sebut digelar di kediaman Maxwell.
Di gambar lainnya, situasi terlihat seperti di lokasi tropis. Epstein nampak menggendong Clinton, sementara Maxwell memeluk Mamdani yang digambarkan lebih muda. Ada juga gambar Mamdani sebagai bayi yang digendong oleh Nair dengan kehadiran tokoh-tokoh tersebut. Tidak ada korban Epstein yang secara publik mengaitkan Clinton, Gates, atau Bezos dengan kejahatan Epstein.
Cara Mengidentifikasi Foto AI
Google menggunakan aplikasi Gemini yang dapat mendeteksi SynthID, sebuah watermark digital yang digunakan untuk menandai konten buatan AI. Seluruh gambar tersebut terdeteksi mengandung watermark ini, menegaskan bahwa mereka adalah hasil olahan kecerdasan buatan Google.
Akun X yang pertama kali mengunggah gambar juga mengakui penciptaan konten tersebut. Dalam sebuah posting, akun itu mengatakan, “Saya sengaja membuatnya sebagai bayi sehingga foto ini secara teknis berusia 34 tahun.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa gambar itu memang dibuat dengan niat satir atau parodi.
Dampak Penyebaran Foto Palsu
Foto-foto AI tersebut memicu berbagai klaim palsu di media sosial, termasuk tuduhan keliru bahwa Epstein adalah ayah kandung Mamdani. Keluarga Mamdani membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa ayah Zohran Mamdani adalah Mahmood Mamdani, seorang profesor antropologi di Universitas Columbia.
Hingga kini, Kantor Wali Kota New York tidak memberikan tanggapan resmi atas penyebaran gambar-gambar palsu ini. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi visual yang tidak jelas sumbernya.
Langkah Mengenali Konten AI yang Menyesatkan
- Cari watermark digital yang menunjukkan konten buatan AI.
- Verifikasi usia atau konteks waktu tokoh dalam gambar.
- Telusuri sumber asli gambar dan akun yang mengunggah.
- Cross-check klaim menggunakan sumber resmi atau berita terpercaya.
- Waspadai akun yang mengaku sebagai parodi atau pembuat meme AI.
Pemahaman terhadap teknologi AI dan kemampuannya dalam memanipulasi gambar sangat penting menghadapi massa informasi saat ini. Kesadaran publik terhadap konten yang dihasilkan AI dapat membantu mencegah penyesatan dan menyaring berita palsu. Verifikasi faktual tetap menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran misinformasi di dunia maya.







