Delegasi Ukraina, Rusia, dan AS Kumpul di Abu Dhabi untuk Negosiasi Akhiri Perang Donbas 2026

Negosiator dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat berkumpul di Abu Dhabi untuk melanjutkan pembicaraan damai yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun. Pertemuan ini menjadi kesempatan penting meski ketegangan masih tinggi dan hasilnya masih diragukan.

Delegasi Rusia telah tiba lebih dulu di Abu Dhabi, sementara kehadiran perwakilan Ukraina dan AS belum sepenuhnya dikonfirmasi. Sebelumnya, beberapa putaran diplomasi gagal mencapai kesepakatan dalam konflik Eropa paling mematikan sejak Perang Dunia II yang dimulai saat Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Tantangan Besar Negosiasi Damai

Serangan masif Rusia menggunakan drone dan misil yang menghantam jaringan energi Ukraina menjelang pembicaraan, menyebabkan pemadaman listrik sekaligus mengancam upaya perdamaian. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa serangan tersebut menunjukkan bahwa Moskow masih berharap pada kelanjutan perang dan tidak serius terhadap diplomasi.

Salah satu kendala utama dalam pembicaraan adalah status jangka panjang wilayah di timur Ukraina. Rusia menuntut Kyiv menarik pasukannya dari wilayah Donbas yang kaya sumber daya serta menginginkan pengakuan internasional atas pencaplokan wilayah tersebut. Ukraina menolak penarikan sepihak dan berharap konflik dibekukan sesuai garis depan saat ini.

Pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung dua hari ini sempat ditunda karena masalah penjadwalan antar pihak. Delegasi Ukraina dipimpin oleh Rustem Umerov, seorang negosiator ulung yang mendapatkan pujian atas kemampuan diplomatiknya. Sementara itu, Rusia diwakili oleh Igor Kostyukov, kepala intelijen militer yang telah dikenai sanksi Barat.

Posisi dan Ancaman di Lapangan

Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina dan memperingatkan akan merebut seluruh wilayah Donetsk jika negosiasi gagal. Ukraina menolak menyerahkan wilayah demi mencegah agresi lebih lanjut dari Moskow. Kyiv masih mengontrol sekitar seperlima wilayah Donetsk dan menghadapi klaim Rusia terhadap daerah Lugansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Di medan perang, Rusia terus meraih kemenangan dengan biaya besar bagi manusia. Serangan drone terbaru menyebabkan beberapa korban jiwa dan luka-luka di kota Zaporizhzhia dan wilayah Dnipropetrovsk. Selain itu, serangan di Odesa melukai dua orang dan merusak fasilitas umum termasuk sekolah dan taman kanak-kanak.

Pascaserangan besar-besaran Rusia ke jaringan energi Kyiv, ratusan ribu warga kehilangan akses listrik dan pemanas, yang sangat berdampak saat suhu turun drastis. Sikap skeptis terhadap upaya perdamaian juga bisa ditemukan di kalangan warga sipil. Seorang penduduk Kyiv menyatakan bahwa pembicaraan ini lebih mirip pertunjukan publik dan menyarankan untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk sekaligus berharap yang terbaik.

Pertemuan di Abu Dhabi ini menjadi salah satu momen krusial dalam upaya mengakhiri konflik berdarah yang telah mengubah peta geopolitik Eropa dan menimbulkan krisis kemanusiaan besar-besaran. Namun, ketidaksepakatan fundamental mengenai wilayah dan kedaulatan memastikan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh rintangan.

Terkait