Xiaomi Selidiki Kebakaran SU7 Ultra, Data Baterai Tak Menunjukkan Thermal Runaway

Xiaomi kini menyorot insiden kebakaran SU7 Ultra di Jembatan Hero, Nanchang, Provinsi Jiangxi, China, setelah mobil itu dilalap api dan berhasil dipadamkan petugas setempat. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan perusahaan langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi.

Temuan awal Xiaomi memberi sinyal penting bagi pemilik dan pengamat mobil listrik. Data kendaraan menunjukkan baterai daya tetap dalam kondisi operasi normal sebelum kebakaran, dan sistem baterai tidak merekam peringatan maupun sinyal thermal runaway.

Baterai tidak mengarah jadi sumber api

Dari analisis awal, Xiaomi menyatakan kebakaran itu dikesampingkan sebagai akibat dari baterai yang terbakar dari dalam. Namun, perusahaan belum menetapkan penyebab pasti karena kesimpulan akhir masih menunggu hasil inspeksi dan penilaian dari dinas pemadam kebakaran setempat.

Pernyataan ini menjadi poin utama karena thermal runaway biasanya dikaitkan dengan kenaikan suhu abnormal atau indikator peringatan baterai. Xiaomi menyebut indikator-indikator itu tidak muncul sebelum api membesar.

Apa saja yang belum diungkap

Xiaomi belum membuka detail tambahan mengenai kecepatan kendaraan, kondisi mengemudi, faktor eksternal, atau kemungkinan keterlibatan tabrakan. Karena itu, penyebab kebakaran masih terbuka dan belum bisa diarahkan ke satu faktor tertentu.

Investigasi lanjutan diharapkan dapat menjawab apakah sumber api berasal dari kendaraan itu sendiri, sumber eksternal, kondisi jalan, tabrakan, atau faktor lain. Dalam kendaraan listrik modern, sistem manajemen baterai memang terus merekam data seperti tegangan sel, suhu, status pengisian daya, dan sinyal kesalahan.

Konteks dari insiden sebelumnya

Insiden di Nanchang juga menambah perhatian publik karena beberapa kasus kebakaran kendaraan Xiaomi sebelumnya sempat ramai dibahas. Pada Februari 2026, Xiaomi menanggapi kebakaran SU7 terpisah dan menyatakan temuan awal menunjukkan paket baterai bukan sumber penyulutan api.

Sementara itu, pada Oktober 2025, sebuah Xiaomi SU7 Ultra juga terbakar setelah mengalami kecelakaan. Laporan saat itu menyebut insiden melibatkan tabrakan, dan orang-orang di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan korban sebelum kendaraan dilalap api.

Rangkaian peristiwa ini membuat hasil investigasi di Nanchang menjadi penting, terutama untuk melihat apakah insiden terbaru memiliki pola yang sama atau justru berbeda. Untuk saat ini, Xiaomi hanya memastikan satu hal: data awal tidak menunjukkan tanda pelarian termal pada baterai sebelum kebakaran terjadi.

Source: voi.id

Terkait