AIPAC-linked PAC Dorong Tekanan pada Demokrat Moderat AS di Pemilu Tengah Masa 2026 New Jersey

Author: Qoo Media

AIPAC melalui United Democracy Project (UDP) menaikkan tekanan pada tokoh Demokrat moderat dalam strategi baru menjelang pemilihan sela di New Jersey. Target mereka kali ini bukan kandidat progresif yang mengusulkan perubahan kebijakan AS terhadap Israel, melainkan mantan Perwakilan AS Tom Malinowski yang menunjukkan keraguan mengenai dukungan militer tanpa syarat ke Israel selama perang di Gaza.

UDP mengalokasikan dana sebesar $2,2 juta untuk mengincar Malinowski dalam kontes pemilihan pendahuluan Demokrat yang akan menentukan calon pada 16 April. Pengeluaran ini dianggap sebagai sinyal kuat kepada semua kandidat Demokrat bahwa dukungan tak terbatas pada Israel tetap menjadi kunci, meski banyak pemilih Demokrat mulai menentang kebijakan tersebut.

Strategi Pendekatan dan Kritik Terhadap Malinowski
Serangan terhadap Malinowski tidak menyoroti isu Israel secara langsung. Sebaliknya, UDP menggunakan isu domestik seperti riwayat transaksi sahamnya dan suara dukungan pada pembiayaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) 2019. Pendukung progresif menganggap pendekatan ini manipulatif, terutama karena AIPAC pernah memberikan dukungan dana kepada Malinowski dalam kampanye sebelumnya.

Malinowski sendiri pernah menjadi Direktur Washington di Human Rights Watch dan menentang penggunaan bantuan AS untuk pelanggaran hak Palestina. Namun, sebagai anggota Kongres periode 2019-2023, ia mendukung pendanaan tanpa syarat kepada Israel. Pernyataannya yang mengaitkan istilah “genosida” dan “apartheid” dengan anti-Semitisme juga memicu kemarahan kelompok pro-Palestina dan pro-Israel moderat.

Dinamika Di Balik Dukungan dan Penolakan
Tidak hanya UDP, kelompok lobi pro-Israel lain seperti J Street juga mengecam strategi tersebut. J Street menganggap dukungan dana tanpa batas kepada pemerintah Israel melemahkan hubungan bipartisan dan menjauhkan generasi muda penopang pro-Israel.

Dalam perlombaan pemilihan pendahuluan ini, kandidat pro-Israel lain seperti Tehesha Way mendapat dukungan dari pro-lobi Israel Demokratik, Democratic Majority for Israel. Sedangkan kandidat progresif yang tidak diserang UDP, Analilia Mejia, mendapat dukungan dari tokoh seperti Senator Bernie Sanders dan Representative Alexandria Ocasio-Cortez.

Implikasi Politik dan Potensi Backfire
Penggunaan dana besar oleh UDP dalam pemilihan pendahuluan menunjukkan perubahan pendekatan AIPAC, yang kini semakin dekat dengan partai Republik yang juga mendukung Israel secara kuat. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Demokrat maupun anggota komunitas Yahudi moderat dan pro-Palestina.

Beberapa pengamat mencatat bahwa langkah ini bisa menimbulkan efek berlawanan. Meningkatnya kesadaran negatif terhadap AIPAC dan besarnya pengaruh dana politik bisa mendorong pemilih menjauhi kandidat yang didukung oleh kelompok tersebut. Terlebih, semakin banyak kalangan Demokrat moderat dan korporat mulai terbuka mengkritik AIPAC setelah melihat bagaimana dana super PAC ini menyerang satu di antara mereka sendiri.

Pentingnya Menyikapi Pengaruh Dana Politik di Pemilu
Dengan dana perang yang mencapai $100 juta menjelang pemilu mendatang, saat ini AIPAC dan UDP sedang memperluas basis lawan politiknya dengan strategi agresif ini. Para kandidat Demokrat diperingatkan bahwa tidak ada posisi tengah yang bisa melindungi mereka dari serangan dana politik ini jika tidak menunjukkan dukungan absolut terhadap kebijakan AIPAC.

Para pengamat menyarankan agar Demokrat yang mengikuti jejak pemilu khusus New Jersey ini mempertimbangkan sikap yang lebih tegas mendukung hak-hak Palestina dan mengakhiri keterlibatan AS dalam kebijakan Israel yang dipandang sebagai apartheid atau genosida. Hal ini dinilai bukan hanya langkah moral, tetapi juga strategi politik yang lebih sesuai dengan dinamika pemilih saat ini.

Terbaru