Paus Leo kemungkinan akan mengunjungi Peru pada bulan November, menurut pernyataan dari Presiden para uskup Katolik di negara tersebut. Kunjungan ini diperkirakan akan menarik banyak jamaah untuk bertemu dengan paus yang pernah menjadi misionaris di Peru selama beberapa dekade.
Uskup Carlos Garcia Camader mengatakan dalam konferensi pers di Lima bahwa kemungkinan Paus Leo datang mencapai 80 persen, dengan waktu yang diperkirakan pada November atau minggu pertama Desember. Garcia baru-baru ini bertemu dengan paus di Vatikan dan yakin kunjungan tersebut sangat mungkin terjadi.
Paus yang memiliki nama asli Robert Prevost ini sebelumnya adalah Kardinal Amerika Serikat dan menghabiskan masa panjangnya di Peru. Ia awalnya ditahbiskan sebagai uskup di keuskupan Chiclayo, wilayah di barat laut Peru, dan mendapat kewarganegaraan Peru pada 2015.
Garcia pun bercanda bahwa meskipun kunjungan Paus Leo ke Peru memiliki peluang 80 persen, kemungkinan ia mengunjungi Chiclayo selama kunjungannya adalah 100 persen. Hal ini menunjukkan hubungan kuat paus dengan daerah tempat ia mengabdi selama ini.
Beberapa hari sebelum pernyataan ini, Garcia dan para uskup lain dari Peru menghadiri serangkaian pertemuan bersama pejabat Vatikan di Roma. Pertemuan ini merupakan agenda rutin yang biasanya dilakukan setiap lima tahun oleh para uskup Katolik.
Dalam pertemuan tersebut, Paus Leo memberikan kejutan dengan mengundang para uskup untuk makan siang bersama. Tindakan ini dianggap sebagai kehormatan istimewa yang jarang terjadi dalam tradisi Vatikan.
Rencana kunjungan paus ini tetap menjadi sorotan karena Jamaica Katolik Peru sangat menantikan momen bertemu langsung dengan salah satu pemimpin agama yang juga pernah mengabdikan dirinya lama di tanah air mereka. Kunjungan ini diperkirakan akan menjadi peristiwa penting bagi komunitas Katolik lokal dan para peziarah.
Fakta Penting Kunjungan Paus Leo ke Peru:
- Potensi kunjungan mencapai 80 persen.
- Waktu kunjungan diperkirakan November hingga awal Desember.
- Paus Leo pernah misionaris di Chiclayo, Peru.
- Ia mendapatkan kewarganegaraan Peru pada tahun 2015.
- Uskup Peru baru-baru ini bertemu paus di Vatikan.
- Paus memberikan undangan makan siang khusus kepada para uskup dalam pertemuan Vatikan.
- Kunjungan paus akan menjadi peristiwa besar bagi umat Katolik di Peru.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat hubungan antara Vatikan dan komunitas Katolik Peru serta menegaskan kembali peran penting Peru sebagai salah satu negara di Amerika Selatan yang memiliki sejarah panjang dengan Gereja Katolik. Pandangan resmi dari pihak Vatikan sendiri belum diumumkan secara final, namun progres pembicaraan dan sinyal dari para uskup setempat sangat positif.
Jika kunjungan ini terwujud, Paus Leo akan meninjau kembali tempat-tempat penting selama masa pengabdiannya di Peru dan menghadiri berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan umat Katolik dari seluruh negeri. Kehadiran paus juga diperkirakan dapat meningkatkan perhatian dunia terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan di Peru.
