Anak Tiri Putra Mahkota Norwegia Bantah Tuduhan Meracun Korban Dugaan Pemerkosaan dalam Sidang Pengadilan

Putra tiri Putri Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, membantah tuduhan bahwa dirinya pernah memberikan obat-obatan kepada korban dugaan pemerkosaan. Pernyataan ini disampaikan saat persidangan yang tengah berlangsung dan menjadi sorotan publik Norwegia.

Marius, berusia 29 tahun, menghadapi 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan dan satu kekerasan dalam rumah tangga. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi mendapat hukuman penjara dalam waktu yang lama.

Pernyataan Marius dalam Persidangan

Saat bersaksi, Marius secara tegas menolak tuduhan bahwa ia pernah menggunakan obat untuk membuat korban tidak sadar. "Tidak pernah," tegasnya ketika jaksa menanyakan soal pemberian obat tersebut, khususnya obat seperti ketamin. Marius mengakui bahwa ia mengetahui obat-obatan semacam itu dan mungkin dapat mengaksesnya, tetapi membantah pernah menggunakannya dalam kasus ini.

Ia juga memberikan pengakuan sebagian atas tuduhan penganiayaan berat dan perilaku sembrono, sesuai dengan hukum Norwegia yang memperbolehkan pengakuan sebagian. Selain itu, ia mengaku tidak ingat kejadian saat dugaan pemerkosaan tahun 2018, yang disebut terjadi di ruang bawah tanah kediaman keluarga Putra Mahkota di pinggiran Oslo.

Kontroversi dan Dampaknya bagi Keluarga Kerajaan

Kasus ini berlangsung bersamaan dengan sorotan yang semakin besar terhadap hubungan ibunya, Putri Mahkota Mette-Marit, dengan mendiang pelaku pelecehan seksual asal Amerika, Jeffrey Epstein. Hal ini memengaruhi popularitas keluarga kerajaan meski mayoritas warga Norwegia masih mendukung keberadaan monarki.

Survei terbaru menunjukkan 44% warga Norwegia menganggap Mette-Marit tidak layak menjadi ratu, sementara 35% masih ragu dan hanya 22% yang mendukungnya. Dalam survei lain, 54% warga lebih memilih mempertahankan sistem monarki dibandingkan mengganti menjadi republik.

Parlemen Norwegia sendiri telah memberikan dukungan kuat pada monarki dalam pemungutan suara yang berlangsung baru-baru ini. Meski begitu, kasus ini tetap menjadi ujian berat bagi reputasi keluarga kerajaan.

Jalannya Persidangan dan Tanggapan Publik

Persidangan juga menyorot pertanyaan jaksa terhadap riwayat pencarian di ponsel Marius yang terkait kata-kata seperti "pemerkosaan." Ia mengaku kerap melihat konten aneh, namun tidak terlibat langsung dalam tindakan yang dituduhkan.

Sementara itu, Raja Harald dan Putra Mahkota Haakon tetap menjalankan tugas resmi mereka. Raja Harald bahkan mengunjungi rumah sakit baru-baru ini dan dijadwalkan menghadiri Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia pada akhir pekan ini bersama Ratu Sonja, tanpa berkomentar pada media.

Fakta Penting dalam Kasus Marius Borg Hoiby

  1. Marius menghadapi 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan.
  2. Ia mengaku tidak pernah menggunakan obat-obatan untuk menjatuhkan korban.
  3. Tuduhan berkaitan dengan kejadian antara 2018 dan setelahnya.
  4. Popularitas keluarga kerajaan menurun terkait kasus dan hubungan ibunya.
  5. Mayoritas warga Norwegia masih mendukung sistem monarki.

Informasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan persidangan serta implikasi sosial dan politik yang dihadapi oleh keluarga kerajaan Norwegia di tengah krisis yang tidak hanya menyangkut aspek hukum, tapi juga citra publik mereka.

Berita Terkait

Back to top button