China menunjukkan sikap terbuka untuk menjalin dialog dengan Lithuania setelah perubahan sikap dari pihak Lithuania terkait keberadaan kantor perwakilan Taiwan di Vilnius. Perdana Menteri Lithuania, Inga Ruginiene, mengakui bahwa keputusan pada 2021 untuk mengizinkan Taiwan membuka kantor yang berfungsi sebagai kedutaan de facto di ibu kota Lithuania adalah sebuah kesalahan.
Pada pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa pintu komunikasi antara kedua negara masih terbuka. Ia berharap Lithuania dapat mengubah niatnya memperbaiki hubungan bilateral menjadi tindakan nyata dengan segera memperbaiki langkah yang dianggap sebagai kesalahan tersebut.
Latar Belakang Ketegangan Diplomatik
China menurunkan status hubungan diplomatik dengan Lithuania pada akhir 2021. Penyebab utamanya adalah keputusan Lithuania mengizinkan Taiwan membuka kantor perwakilan dengan nama "Taiwanese" yang dianggap Beijing menyiratkan pengakuan kedaulatan Taiwan sebagai negara terpisah. Negara-negara lain seperti Australia, Inggris, dan Amerika Serikat membolehkan kantor serupa, namun menggunakan istilah "Taipei" untuk menghindari konotasi kedaulatan negara.
Sejak keretakan itu, Lithuania mengambil langkah tegas dengan menarik pulang duta besarnya dari China serta diplomat lain. Pada akhir tahun lalu, Lithuania juga mengusir tiga diplomat China yang bertugas di negara tersebut. Selain itu, China melarang dua bank Lithuania, UAB Urbo Bankas dan AB Mano Bankas, melakukan transaksi dan kerja sama dengan organisasi maupun individu domestik China.
Pandangan Lithuania dan Taiwan
Perdana Menteri Lithuania kini menyebut langkah negara tersebut sebagai tindakan yang terburu-buru dan menyebabkan kerugian besar, dengan ungkapan bahwa Lithuania "benar-benar melompat ke depan kereta dan kalah." Hal ini menunjukkan adanya sikap lebih berhati-hati dan kemungkinan usaha pemulihan hubungan dengan China.
Sementara itu, Taiwan dan Lithuania mempertahankan hubungan erat yang didasarkan pada nilai-nilai bersama seperti kebebasan dan demokrasi. Kementerian Luar Negeri Taiwan menyampaikan bahwa nama kantor perwakilan tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak. Kantor ini telah melanjutkan kerja sama yang saling menguntungkan dan substantif antara Taiwan dan pemerintah Lithuania.
Taiwan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalin koordinasi dan komunikasi yang erat guna memperdalam hubungan dengan Lithuania. Hal ini menjadi penanda bahwa meskipun terdapat ketegangan dengan China, Taiwan tetap memandang Lithuania sebagai mitra strategis penting di kawasan.
Langkah-langkah Menuju Normalisasi Hubungan
- Lithuania mulai mengambil langkah-langkah kecil untuk memperbaiki hubungan bilateral dengan China.
- China tetap membuka kesempatan dialog asalkan Lithuania segera mengambil tindakan konkret memperbaiki kesalahan.
- Kedua negara kemungkinan akan memprioritaskan komunikasi yang konstruktif untuk menghindari ketegangan lebih lanjut.
Kehadiran sikap lunak dari kedua belah pihak membuka peluang bagi pemulihan hubungan diplomatik yang sempat memburuk selama beberapa tahun terakhir. Namun, prosesnya diperkirakan tidak mudah karena adanya isu kedaulatan Taiwan yang menjadi titik sensitif bagi China. Dialog yang efektif dan kesepahaman bersama menjadi kunci utama dalam membangun kembali hubungan bilateral China dan Lithuania.







