Bos Narkoba Australia Tony Mokbel Bebas Setelah Skandal Pengacara Jadi Informan Membongkar Kasus Gangster

Author: Qoo Media

Kasus seorang raja narkoba Australia berakhir dengan kebebasannya setelah skandal keterlibatan pengacara yang menjadi informan polisi mencuat. Tony Mokbel, tokoh kunci dalam perang geng yang berlangsung lama di Melbourne, akhirnya tidak harus menjalani persidangan ulang yang sebelumnya direncanakan.

Pria berusia 60 tahun ini sempat dijatuhi hukuman penjara selama 30 tahun pada 2012 karena perannya mengendalikan sindikat narkoba yang sangat rumit. Namun, kasusnya mulai runtuh ketika terungkap bahwa Nicola Gobbo, pengacaranya yang terkenal, secara diam-diam memberikan informasi kepada polisi meskipun tengah membela kliennya.

Setelah mendekam di penjara selama sekitar 18 tahun, Mokbel dibebaskan dengan jaminan pada April lalu menyusul keputusan pengadilan yang menilai peluangnya untuk membatalkan vonis sangat kuat. Pengadilan pun membebaskannya dari satu dakwaan dan menjadwalkan persidangan ulang terkait tuduhan percobaan impor obat sintetis jenis MDMA pada 2005.

Namun, jaksa penuntut di negara bagian Victoria memutuskan untuk tidak melanjutkan proses persidangan ulang tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, Kantor Jaksa Penuntut Umum Victoria menyebut keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek penting terkait kemungkinan adanya vonis serta kepentingan publik.

Pertimbangan lain yang memengaruhi keputusan itu mencakup usia dan kondisi kesehatan Mokbel, serta lama waktu yang telah ia habiskan di balik jeruji. Saat keluar pengadilan di Melbourne, Mokbel mengatakan bahwa ia merasa lega dan siap melanjutkan hidupnya.

Mokbel juga mengungkapkan keinginan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, sesuatu yang sudah lama diidamkannya selama di penjara. Ketika ditanya apakah ia menyesal atas keterlibatannya dalam peredaran narkoba, ia menjawab tidak menyesal sama sekali.

Latar Belakang Perang Geng dan Informan Pengacara

Kelompok yang dipimpin Mokbel dikenal sebagai "The Company," yang aktivitasnya menimbulkan kekerasan hingga menewaskan puluhan orang. Konflik berdarah ini kemudian diangkat ke layar kaca melalui seri televisi populer Australia berjudul "Underbelly."

Nicola Gobbo, yang juga dikenal sebagai Lawyer X dan Informer 3838, mengaku bahwa informasi yang ia berikan ke pihak berwajib menyebabkan penangkapan serta dakwaan terhadap lebih dari 300 orang. Komisi Kerajaan pada 2020 menemukan bahwa tindakan Gobbo yang menjalani "kehidupan ganda" tersebut merupakan pelanggaran serius dan tidak bisa dibenarkan secara etika profesi.

Ia menjadi sumber informasi penting bagi polisi selama masa kritis penuntutan terhadap geng-geng di Melbourne antara 2005 dan 2009. Bahkan, Gobbo tercatat sebagai informan sejak 1999, dua tahun sebelum resmi menjadi pengacara. Rekrutmen sebagai informan bermula saat Gobbo menghadapi tuduhan narkoba pada 1993.

Pada 2019, jaksa penuntut menyampaikan kepada 22 orang bahwa mereka mungkin memiliki alasan yang kuat untuk mengajukan banding terkait kasusnya. Selama masa tahanan, Mokbel pun mengalami kekerasan oleh sesama narapidana, termasuk serangan dengan senjata tajam dan pemukulan di kepala, seperti tercatat dalam dokumen pengadilan.

Kasus Tony Mokbel ini mencerminkan kompleksitas dan tantangan dalam penegakan hukum terhadap kejahatan terorganisir, khususnya ketika profesional hukum sendiri terlibat sebagai informan yang mengaburkan batas antara pembelaan hukum dan peran sebagai mata-mata. Hal ini membawa dampak signifikan pada kredibilitas sistem peradilan dan proses penuntutan di Australia.

Terbaru