Rambut Rontok Setelah Melahirkan Sempat Bikin Cemas, Tanda Pulih Ini Justru Kerap Terlewat

Author: Qoo Media

Kerontokan rambut setelah melahirkan kerap membuat ibu baru panik, terutama saat helaian rambut terlihat menumpuk di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi. Namun kondisi ini ternyata umum terjadi dan berkaitan dengan perubahan hormon pascapersalinan.

Di tengah kecemasan itu, ada sisi lain yang sering luput diperhatikan, yakni munculnya rambut-rambut baru atau baby hair. Tanda ini menunjukkan bahwa proses pemulihan alami sedang berlangsung, meski tidak selalu langsung disadari.

Pengalaman itu dialami Hanny Soegianto, seorang ibu sekaligus konten kreator asal Bandung. Setelah melahirkan, ia mengalami kerontokan rambut yang cukup ekstrem hingga muncul area pitak di kepalanya.

Perubahan itu sempat memengaruhi rasa percaya dirinya karena ia aktif tampil di ruang digital. Tekanan yang dirasakannya juga membuat ia terjebak dalam stres saat terus memikirkan rambut yang rontok.

Titik balik datang ketika Hanny mulai menyadari kemunculan banyak baby hair di area yang sebelumnya mengalami kerontokan. Dari situ, ia melihat bahwa yang terjadi bukan hanya kehilangan, tetapi juga pertumbuhan baru.

Bagi Hanny, baby hair menjadi simbol bahwa tubuhnya sedang menjalani proses pemulihan. Pengalaman itu membantunya mengubah cara pandang terhadap perubahan fisik setelah persalinan.

Ia juga menilai menjadi ibu sebagai tugas yang mulia. Dalam pengalamannya, peran itu membuatnya merasa bisa menyayangi orang lain lebih dari dirinya sendiri.

Mengapa rambut rontok setelah melahirkan?

Kerontokan rambut pascapersalinan terjadi pada banyak perempuan dan termasuk kondisi yang umum. Saat hamil, kadar estrogen meningkat dan membuat rambut bertahan lebih lama dalam fase pertumbuhan.

Akibatnya, rambut sering tampak lebih tebal dan sehat selama kehamilan. Setelah persalinan selesai, kadar estrogen turun kembali secara drastis.

Penurunan ini membuat rambut yang sebelumnya tertahan dalam fase pertumbuhan masuk ke fase rontok secara bersamaan. Karena itu, jumlah rambut yang rontok sering terasa jauh lebih banyak dibandingkan biasanya.

Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini merupakan bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut. Folikel rambut tetap aktif dan akan kembali menghasilkan rambut baru.

Rambut baru itu kerap muncul dalam bentuk baby hair, terutama di area yang sebelumnya terlihat menipis. Kemunculan ini menjadi salah satu tanda bahwa proses pertumbuhan tetap berjalan.

Mengubah fokus dari kehilangan ke pertumbuhan

Sudut pandang inilah yang diangkat Dove melalui kampanye “Flip the Focus” di Jakarta. Kampanye tersebut mendorong masyarakat untuk mengalihkan perhatian dari rasa cemas akibat rambut rontok ke tanda-tanda pertumbuhan yang sering terlewat.

Menurut Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia, Shakina Dharma, banyak orang terlalu terpaku pada apa yang hilang. Akibatnya, proses pertumbuhan yang sedang terjadi tidak lagi mendapat perhatian.

Shakina mengatakan setiap proses sekecil apa pun layak dirayakan. Dalam pandangan itu, kemunculan baby hair menjadi bukti nyata bahwa di balik tantangan tetap ada proses yang bertumbuh.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan lewat sejumlah inisiatif, mulai dari video dokumenter pendek hingga pameran interaktif “Real Growth Gallery”. Pameran itu digelar di Jakarta dengan ajakan untuk melihat pertumbuhan sebagai bagian penting dari perjalanan pemulihan.

Melalui dokumenter itu, sejumlah perempuan dari latar belakang berbeda membagikan kisah perjuangan mereka menghadapi tantangan hidup, termasuk masalah rambut. Selain Hanny Soegianto, ada pula Asida Dara, Shavira Agatha, dan Namira Adjani.

Dalam pameran tersebut, pengunjung tidak hanya melihat perjalanan pertumbuhan rambut para partisipan. Mereka juga diajak merefleksikan perjalanan hidup masing-masing dan menyadari bahwa proses bertumbuh sering tetap berlangsung meski tidak selalu terlihat.

Perawatan kulit kepala ikut disorot

Kampanye ini tidak hanya menekankan sisi emosional dari pengalaman rambut rontok. Dove juga menyoroti pentingnya kesehatan kulit kepala sebagai fondasi pertumbuhan rambut yang sehat.

Pendekatan yang diperkenalkan adalah personalized scalp care atau perawatan kulit kepala yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap individu. Gagasan ini berangkat dari pemahaman bahwa kondisi kulit kepala setiap orang berbeda.

Karena itu, kebutuhan perawatannya juga tidak selalu sama. Fokus pada kulit kepala dinilai penting ketika seseorang ingin mendukung pertumbuhan rambut yang sehat setelah masa kerontokan.

Rangkaian Dove Hairfall Control disebut dikembangkan bersama ahli kerontokan rambut. Formulanya mengandung Biotin, Micellar, Niacinamide, dan Hyaluron.

Kandungan tersebut merupakan bahan yang umum digunakan dalam perawatan kulit kepala. Formulanya dirancang untuk membantu mengurangi kerontokan sekaligus mendukung pertumbuhan rambut baru.

Di balik persoalan yang sering memicu kekhawatiran ini, pesan utamanya tetap sama. Rambut yang rontok setelah melahirkan memang bisa membuat ibu cemas, tetapi kemunculan rambut baru menunjukkan bahwa tubuh tetap bekerja memulihkan diri.

Source: www.suara.com
Terbaru