Jepang Mulai Operasikan Kembali Pembangkit Nuklir Terbesar Dunia Kashiwazaki-Kariwa Februari 2026

Jepang akan mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia pada minggu depan. Keputusan ini diambil setelah alarm sistem monitoring sebelumnya memaksa penghentian restart reaktor yang pertama sejak bencana nuklir Fukushima.

Kepala pembangkit Kashiwazaki-Kariwa, Takeyuki Inagaki, mengumumkan bahwa reaktor akan mulai beroperasi kembali pada tanggal 9 Februari. Restart awal yang dilakukan pada 21 Januari sempat dihentikan karena alarm salah konfigurasi.

Alarm tersebut mendeteksi perubahan kecil pada arus listrik di satu kabel meskipun perubahan ini masih aman. TEPCO telah menyesuaikan pengaturan alarm untuk memastikan reaktor beroperasi dengan aman.

Operasi komersial pembangkit ini dijadwalkan mulai tanggal 18 Maret setelah inspeksi menyeluruh berikutnya dilakukan. Kashiwazaki-Kariwa merupakan pembangkit nuklir terbesar di dunia berdasarkan kapasitas potensialnya.

Meskipun memiliki tujuh reaktor, hanya satu yang akan diaktifkan kembali dalam tahap awal ini. Selama bertahun-tahun sejak 2011, pembangkit ini tidak beroperasi setelah Jepang menghentikan penggunaan tenaga nuklir usai gempa dan tsunami menghancurkan reaktor Fukushima.

Jepang yang minim sumber daya fosil ingin menghidupkan kembali energi nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program ini juga bagian dari upaya mencapai netral karbon pada 2050 dan memenuhi kebutuhan energi yang meningkat di era kecerdasan buatan.

Kashiwazaki-Kariwa adalah unit TEPCO pertama yang diaktifkan kembali setelah bencana Fukushima. TEPCO juga mengelola pembangkit Fukushima Daiichi yang saat ini sedang dalam proses penghentian permanen.

Kehidupan masyarakat sekitar pembangkit ini terpecah antara dukungan dan penolakan. Survei di Prefektur Niigata menunjukkan 60 persen warga menolak restart sedangkan 37 persen mendukungnya.

Berbagai kelompok masyarakat juga mengajukan petisi kepada TEPCO dan Badan Regulasi Nuklir Jepang. Mereka menyoroti fakta bahwa pembangkit ini terletak di zona patahan aktif dan pernah terkena gempa kuat pada tahun 2007.

Jepang terus berupaya menyeimbangkan keamanan, kebutuhan energi, dan keberlanjutan lingkungan dalam kebijakan energi nuklirnya. Restart Kashiwazaki-Kariwa menjadi langkah penting dalam mengamankan pasokan listrik nasional sambil menghadapi tantangan risiko geologi.

Berita Terkait

Back to top button